pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat

pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat

pusat pelatihan pemrograman cnc di Bekasi Barat

Dedeh Uum Fatimah yang berusia 34 tahun , hingga Selasa kemarin sore masih harus menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cimahi. Dia sama sekali tidak ada penyesalan atas kasus pembunuhan terhadap anaknya, dengan cara dimasukan ke torn air.

Dedeh Uum Fatimah yang berusia 34 tahun , hingga Selasa kemarin sore masih harus menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cimahi. Dia sama sekali tidak ada penyesalan atas kasus pembunuhan terhadap anaknya, dengan cara dimasukan ke torn air.

“ Tersangka juga mengaku tidak menyesal. Dia malah menyesal karena anaknya satu tidak tewas,“ kata Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Supoarma .

Supoarma juga menegaskan, dalam pemeriksaan tersebut , tersangka membunuh anaknya karena sudah kewajiban supaya mereka bisa masuk surga. Bahkan, dengan nada keras tersangka menyesali jika anaknya satu tidak tewas. “ Saya menyesal mengapa satu anak Saya tidak tewas. Saya menyesal,“ aku tersangka dikutip Supoarma.

Kasat menjelaskan, tersangka kemungkinan besar mengalami gangguan jiwa atau stres. Ketika ditanya, lanjutnya semua pertanyaan dijawab lancar dan nyambung antara pertanyaan dan jawaban. Hanya, ketika ditanya apakah menyesal, dia malah mengaku tidak. “ Tidak ada penyesalan yang menjadi persoalan. Dia tidak ada ekpresi yang menyesal,“ jelasnya.

Berdasar dari keterangan dari warga, tersangka juga sudah dua kali mencoba melakukan pembunuhan terhadap anaknya. Kedua kali itu telah berhasil digagalkan, sedang Selasa subuh kembali beaksi dan menewaskan satu anaknya dari dua uang dimsukan ke torn air.

Diberitakan, Dedeh, telah membunuh anaknya di di rumah di Kampung Cijeungjing, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa subuh. Aisyah Fani,2, tewas di dalam torn sedang kakanya Fahrur Robani,8, selamat. Dia berhasil membuka ikatan dan kabur minta tolong. Sang ibu Dedeh Uum Fatimah,34, diamankan di Mapolres Cimahi.

saco-indonesia.com, Kapolri Jenderal Sutarman juga mengajak wartawan untuk dapat menjadi intelijen guna untuk membantu memberika

saco-indonesia.com, Kapolri Jenderal Sutarman juga mengajak wartawan untuk dapat menjadi intelijen guna untuk membantu memberikan informasi awal terkait yang dibutuhkan supaya Polri bisa untuk memberikan langkah pencegahan di tiap daerah.

Tidak semua wilayah di Indonesia memiliki intelijen. Oleh karena itu, Kapolri telah meminta wartawan untuk membantu tugas intelijen di setiap daerah. Sehingga, bisa memberikan informasi yang cepat kepada kepolisian.

Pakar intelijen Susaningtyas NH Kertopati (Nuning) juga mengatakan, pernyataan Kapolri di atas dalam konteks wartawan untuk membantu tugas intelijen dan keamanan (Intelkam) bukan masuk dalam struktural organisasi. Menurutnya, tugas wartawan dan intelijen tak terlalu berbeda.

"Tugas wartawan beda tipis dengan intelijen. Bedanya pencarian berita oleh wartawan itu untuk diberitakan, sedang intelijen untuk masukan kepada end user-nya melalui analisa intelijen yang digunakan untuk pengambilan keputusan pengguna utamanya," jelas Nuning yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR ini, Senin (3/2/2014).

Sementara, Ketua Aliansi Jurnalistik Indepependen (AJI) Jakarta, Umar Idris, juga mengatakan tak mungkin seorang wartawan dari sebuah media menjadi intelijen.

"Peryataan Kapolri di luar akal sehat, karena bertentangan dengan Undang-Undang Pers soal profesi wartawan yang hanya tunduk pada etika jurnalistik," tegas Umar.

Menurutnya, wartawan telah memiliki kedudukan hukum yang sama dengan profesi lain, karena telah memiliki tanggung jawab. "Kalau menyambi itu bukan wartawan dan menyalahi kode etik jurnalistik," sambungnya.

Umar pun juga menyarankan kepada Kapolri untuk membatalkan rencana tersebut, karena tidak sesuai fungsinya. "Wartawan telah memiliki pertanggungjawaban kepada publik. Jadi tidak bisa difungsikan menjadi intelijen," pungkasnya.


Editor : Dian Sukmawati

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Artikel lainnya »