pusat kursus bubut di Jakarta Utara Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung pusat kursus bubut di Jakarta Utara

pusat kursus bubut di Jakarta Utara Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan pusat kursus bubut di Jakarta Utara untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, pusat kursus bubut di Jakarta Utara kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. pusat kursus bubut di Jakarta Utara

pusat kursus bubut di Jakarta Utara

Banyak sekali pengemudi mobil yang telah melengkapi mobil Toyotanya dengan lampu HID agar lebih terang maupun enak dipandang mat

Banyak sekali pengemudi mobil yang telah melengkapi mobil Toyotanya dengan lampu HID agar lebih terang maupun enak dipandang mata karena sorot cahayanya yang berwarna putih. Dan masih banyak juga yang masih binggung ataupun bimbang di dalam memilih HID yang tepat untuk mobilnya. Kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang bohlam HID beserta kelebihan dan kekurangan lampu HID itu sendiri agar tidak terjebak maupun ragu-ragu ketika memutuskan untuk menggunakan bohlam HID sebagai pilihan utama untuk penyinaran mobilnya.

Pengertian Lampu HID

HID sendiri telah memiliki kepanjangan, yaitu High Intensity Discharge atau yang lebih dikenal dengan lampu Xenon yang mampu untuk menghasilkan cahaya dengan tingkat intensitas yang tinggi alias lebih terang. Untuk tingkat keterangan warna dari lampu HID ditentukan oleh satuan derajat Kelvin (K) dan untuk menyalakan lampu HID diperlukan ballast, yang juga merupakan alat untuk menyediakan dan mengendalikan voltase lampu termasuk juga untuk dapat menstabilkan aliran listrik pada mobil.

Saat ini, sudah sangat banyak sekali lampu HID dengan berbagai merk atau tipe dengan kualitas yang berbeda-beda, produksi dan tentu saja berbeda harga. Karena banyak merk dan kualitas serta janji-janji yang telah ditawarkan, kita juga harus jeli di dalam memilih lampu HID untuk diaplikasikan pada kendaraan kita.

Untuk jenis atau tipe lampu HID yang beredar dipasaran, umumnya telah terdiri dari lampu-lampu model H1,H3,H4,H7,H8,H11,HB3,HB4. Yang telah membedakan antara kode H tersebut adalah pada kedudukan bohlamnya di headlamp mobil kita, sedangkan untuk ballast dapat dikatakan sama semuanya bentuknya (Ingat, sama bentuk belum tentu sama kualitasnya) Model yang paling umum beredar di Indonesia adalah tipe H4 dimana antara lampu jauh dengan lampu dekat menjadi satu.

Warna Cahaya Lampu HID

Lampu HID telah memiliki beberapa tingkatan warna yang dihasilkan berdasarkan perbedaan Kelvin, dan berikut ini adalah daftar warna Lampu HID yang terdapat di pasaran :

    3.500 K mengeluarkan warna Kuning seperti bohlam lampu standart mobil

    4.300 K / 5.000 K mengeluarkan warna putih kekuning-kuning an

    6.000 K / 6.500 K mengeluarkan warna Putih

    8.000 K/ 8.500 K mengeluarkan warna Putih kebiru-biru an

    10.000 K mengeluarkan warna Biru agak keungu-ungu an

    12.700 K mengeluarkan warna Ungu

    15.000 K mengeluarkan warna Pink

Warna lampu HID mobil

Warna Lampu HID

Dari daftar warna di atas, kita juga dapat mengetahui bahwa semakin tinggi Kelvin maka akan mengalami gradasi warna menuju kebiru-biruan ataupun ungu. Hal yang paling penting untuk diingat adalah ketika pemasangan lampu HID selalu pastikan bahwa lampu yang terpasang adalah dengan ukuran 35 watt, jangan memasang yang 50 watt (tidak compatible) karena akan membuat mika head lamp menjadi cepat kuning akibat panas yang berlebihan.

Kelebihan dan Kelemahan lampu HID

Apabila membahas penggunaan lampu HID, maka kelebihan yang telah ditawarkan dari lampu ini (menurut saya) adalah gaya. Tentu sangat enak dilihat ketika melihat cahaya lampu putih yang keluar dari head lamp mobil TETAPI hal ini seringkali menyengsarakan saya sebagai pengemudi ketika di depan mobil yang menggunakan lampu HID.

Pilihan yang paling tepat di dalam menggunakan lampu HID adalah yang 4.300 K, dimana Toyota Fortuner, Alphard maupun mobil premium Toyota lainnya juga sudah menggunakan lampu HID sebagai standart bawaan mobil. Dan batas tolerir yang masih saya anggap menguntungkan adalah pemakaian lampu HID 5.000 / 5.300 K, dimana cahaya yang dikeluarkan masih putih kekuning-kuningan.

Kelemahan lampu HID juga sangat terlihat untuk lampu HID diatas 5.300 Kelvin tentu saja lampu HID yang dipasang lebih diperuntukan untuk mobil-mobil show off ataupun pameran karena cahaya lampu yang dihasilkan tidak dapat menembus hujan maupun kabut. Hal ini tentu saja telah menyusahkan pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi di luar-luar daerah. Dari segi fungsional, lampu-lampu HID yang berada di atas 5.300 K seringkali membuat pengemudi mengeluhkan bahwa sorot cahaya lampunya sama sekali tidak membantu di tengah malam berkabut ataupun hujan sekalipun, dan hal ini juga sangat membahayakan kita sebagai pengendara mobil.

Pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya adalah, " Merk apa yang bagus untuk lampu HID ?"

Jujur, penilaian yang bisa saya berikan tentu saja, "ada harga tentu ada kualitas."Setelah mencoba-coba berbagai macam HID dan mencari fakta tentang lampu HID yang beredar di pasaran, ternyata hampir sebagian besar HID adalah produk China dengan embel-embel lisensi negara-negara maju seperti german, usa, dll.

Yang telah membedakan produk mahal dan murah adalah kualitas ballast dan kualitas bohlam lampu HID itu sendiri. Produk yang terlampau murah seringkali ballast cepat mengalami kerusakan sehingga lampu HID mati dalam waktu dekat, memang semua HID rata-rata telah memberikan garansi tetapi bila mengalami mati lampu di malam hari dan harus bolak balik untuk klaim pemasangan, bukankah itu merepotkan ? Kualitas bohlam juga mempengaruhi karena seringkali lampu HID berubah derajat Kelvin nya setelah pemakaian dalam beberapa bulan sehingga cahaya yang dikeluarkan oleh lampu HID menjadi tidak sama dengan pemasangan pertama kali.

Setelah membahas kelemahan dan kelebihan lampu HID, semoga teman-teman sekalian tidak merasa kebinggungan di dalam menentukan apakah perlu menggunakan HID atau tidak, dan lampu HID apa yang sebaiknya digunakan di mobil toyota kesayangannya. Sebenarnya pemasangan aksesoris pada mobil baru yang kita miliki menyebabkan beberapa kekurangan yang mungkin saja dapat berakibat fatal. (baca : kekurangan aksesoris mobil baru)

Mesin Paving dan Batako Type H-612NE - Mesin Paving Block ini kami produksi dengan penuh ketelitian dan tidak seperti mesin pavi

Mesin Paving dan Batako Type H-612NE - Mesin Paving Block ini kami produksi dengan penuh ketelitian dan tidak seperti mesin paving blok pada umumnya, karena sudah mengalami perbaikan dan inovasi dari para tenaga ahli kami. diantaranya adalah mesin ini dilengkapi transfer palet dan exit conveyor, sehingga operator tidak perlu memasukkan palet secara manual, tapi cukup menggerakkan handle. begitu juga hasil cetakan akan bergerak sendiri ke tempatnya secara otomatis.

Kami mengundang para konsumen ke Bengkel kami untuk mencoba, bahwa kami menjual mesin paving berbeda dengan yang lain, tidak hanya sekedar membuat paving K300-K500, tapi betul-betul mesin paving block yang sangat efisien, mudah dioperasikan dan mempunyai kapasitas produksi yang besar.


Spesifikasi Teknis Mesin Paving :

    Body Mild Steel UNP 150
    Vibrator bawah 2 unit, electromotor 2 x 7,5 HP
    Vibrator atas dipakai pada bagian tumbuk 1 unit, electric vibrator 2 HP
    Oil Pump, electromotor 5,5 HP
    Pallet elevator, electromotor 2 HP + Gear Box
    Chain out put conveyor panjang 4 m, lebar 60 cm, electromotor 1,5 HP + Mnrv
    Belt Conveyor panjang 6 m, lebar 50 cm, electromotor 2 HP
    Mixer Diameter 150 cm, kapasitas aduk 650 kg, electromotor 10 HP
    Panel kontrol 1 unit

Sistem pengoperasian mesin paving :

    Handle valve kontrol 4 tuas

Kebututhan Listrik mesin paving :

     38 HP, 3 phase ( 380 volt )

Perlengkapan tambahan :

    Pallet multiplek ukuran 75 cm x 60 cm x 4 cm
    Tambahan matras beberapa type/motif paving ( bila diperlukan )
    Hand Pallet kapasitas 2 ton, 2 unit ( bila diperlukan )

 Kebutuhan tenaga kerja :

    Operator mesin 1 orang
    Pembantu 2 orang ( ditempatkan di bagian mixer pengaduk )
    Pembantu 2 orang ( ditempatkan di bagian pengambilam hasil dan penjemuran + penyiapan dan pengisian pallet multiplek )

Kapasitas Produksi :

    Pembuatan Paving bata ukuran 21cm x 10,5cm x 8cm sekali cetak keluar 12 buah, jadi dalam satu hari kerja ( 8 jam ) menghasilkan = 12 buah x 1000 pallet = 12.000 buah
    Pembuatan Batako ukuran 40 cm x 20 cm x 10 cm sekali cetak keluar 6 buah, jadi dalam satu hari kerja ( 8 jam ) menghasilkan = 6 buah x 1000 pallet = 6.000 buah
    Masing-masing type/motif cetakan akan memiliki kapasitas hasil produksi cetak yang berbeda sesuai jenis material, keahlian tenaga kerja produksi,dan lain-lain

Ukuran Mesin :

     Panjang 2,5 m. Lebar 1,2 m. Tinggi 2,6 m

Berat Mesin    :

    4,5 Ton ( Mesin H-612, Chain Out Put Conveyor, Belt Conveyor, Mixer, Oil Pump dan Panel Kontrol

Kapasitas Produksi :

    1000 cycle / 8 jam kerja

Kekuatan hasil :

    Paving K-500  

- See more at: http://iklan-mesin.blogspot.com/2013/07/mesin-paving-dan-batako-type-h-612.html#sthash.qW87SGCr.dpuf

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »