Kursus/ Training/ Workshop/ Balai latih/ Konsultan/ Pelatihan/ Seminar mesin CNC Milling / Mesin Bubut & CAD/CAM di Bandung, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bekasi, Bogor, Depok.

pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur

pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur

pelatihan teknik mesin di Bekasi Timur

saco-indonesia.com, Gelandang Arsenal, Santi Cazorla juga mengaku senang mereka bisa terus bergerak maju di bawah radar dalam pe

saco-indonesia.com, Gelandang Arsenal, Santi Cazorla juga mengaku senang mereka bisa terus bergerak maju di bawah radar dalam persaingan untuk memburu gelar juara Premier League musim ini.

The Gunners juga masih harus memimpin klasemen hingga kompetisi telah memasuki lebih separuh jalan. Namun banyak pihak juga masih meragukan mereka dan memasang Manchester City serta Chelsea sebagai favorit juara - hal yang tak dirisaukan oleh Cazorla.

"Saat ini, kami telah menunjukkan jika kami selevel mereka. Mungkin di awal musim, tak seorang pun akan menempatkan kami sejajar City atau Chelsea, mungkin karena pembelian besar mereka. Tapi semua juga sudah terlihat jelas di lapangan - kini Arsenal di depan dan tujuan kami adalah terus bertarung dengan mereka.

Eks gelandang Malaga itu juga menambahkan, "Musim ini kami akan lebih konsisten, lebih solid, terutama saat kami dalam penampilan puncak. Musim lalu kadang kami sudah unggul namun kemenangan kemudian lepas, itu telah membuat gelar praktis mustahil dimenangkan - musim ini semuanya sudah berubah


Editor : Dian Sukmawati

Jakarta, Saco-Indonesia.com -- Oleh vokalis Intan Ayu, celana panjang era 1990-an milik sang ibu "disulap" menjadi celana panjang skinny yang lebih sesuai dengan masa kini.

Jakarta, Saco-Indonesia.com -- Oleh vokalis Intan Ayu, celana panjang era 1990-an milik sang ibu "disulap" menjadi celana panjang skinny yang lebih sesuai dengan masa kini.

"Ini celana Nyokap (ibu) zaman dulu, aku kecilin, dan ini baju aku sendiri. Kalau sepatu ini aku beli sudah lama dan baru aku pakai karena masuk (cocok) sama pakaiannya," cerita Intan dalam wawancara di Hard Rock Cafe Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2014).

Menurutnya, tren fashion akan kembali ke era yang telah lalu. "Balik lagi, fashion itu akan balik lagi. Ini kan (yang sedang dikenakannya) model 1990-an. Daripada beli lagi yang baru, mending ini saja dimodifikasi," jelas Intan. "Celana gue robekin pakai batu yang digesek-gesek atau pakai cutter. Baju juga yang gue permak. Dari SD gue sudah biasa permak pakaian sendiri," lanjutnya.

Tangan kreatif Intan juga biasa memodifikasi sepatu koleksinya. "Sepatu kadang gue gambar atau motifnya gue hapus," ungkapnya.

Dengan hobinya itu, Intan tak pernah terburu-buru membuang atau memberikan pakaian lamanya kepada orang-orang lain. "Fashion itu kan berputar. Jadi, kalau ada barang lama, jangan dibuangin. Mungkin bisa dipakai lagi, banyak tools buat nge-recycle," jelasnya.

Editor : Maulana Lee
Sumber :kompas.com

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Artikel lainnya »