info mesin cnc di Sukabumi Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung info mesin cnc di Sukabumi

info mesin cnc di Sukabumi Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan info mesin cnc di Sukabumi untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, info mesin cnc di Sukabumi kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. info mesin cnc di Sukabumi

info mesin cnc di Sukabumi

penggantian bola lampu h4 /lampu besar mobil yang tidak mengikuti aturan akan dapat membuat kerusakan di komponen elektrik la

penggantian bola lampu h4 /lampu besar mobil yang tidak mengikuti aturan akan dapat membuat kerusakan di

komponen elektrik lain,misalnya pada kotak fuse/sekring dan di sentral saklar dim.di sebabkan tegangan

bola lampu yg tinggi,untuk pemakaian bola standart adalah 60/55 watt,dan di pasaran banyak yang beredar

100/90 watt.untuk penggunaan bola lampu yang 100/90 watt atau 130/100 watt di perlukan pemasangan

relay set.kami anjurkan buat mobil yang standart agar memakai bola standart jga,60/55 watt.

Bola lampu yang di pergunakan bola h4 putih polos jangan memakai bola lampu yg berwarna,sebab bola

lampu yang berwarna itu akan jadi masalah di hari hujan,karena cahayanya hilang karena berbaur dengan air hujan.sedangkan bola biasa yang putih itu tak terpengaruh cuaca.

saco-indonesia.com, Aksi Bom Bunuh diri di halaman Polres Poso Sulawesi Tengah.

Poso, Saco-Indonesia., Aksi Bom Bunuh diri di halaman Polres Poso Sulawesi Tengah. Pelaku Bom bunuh diri diduga seorang laki-laki yang menorobos pintu layanan Polres Poso.

Dari pantauan Senin (3/6), kepingan kendaraan yang digunakan pelaku dan tubuh korban juga berhamburan di depan Polres Poso. Ledakan tersebut terjadi pada pukul 07.55 WITA.

Pelaku yang mengendarai motor tersebut menorobos langsung memasuki halaman Polres Poso dan aparat sempat menghalangi, namun aparat kewalahan untuk menghalangi dan pada akhirnya pelaku meledakan diri di halaman Polres Poso yang berjarak 30 meter dari pintu masuk Polres Poso.

Hingga saat ini, aparat kepolisian mensterilkan lokasi TKP dan belum terlihat kepala korban atau badan-badan lainnya, namun saat ini organ dalam korban yang berhamburan di halaman Polres Poso.

Sumber:Radio Elshinta

Editor:Liwon Maulana(Galipat)

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

Artikel lainnya »