belajar mesin cnc di Tasikmalaya Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung belajar mesin cnc di Tasikmalaya

belajar mesin cnc di Tasikmalaya Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan belajar mesin cnc di Tasikmalaya untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, belajar mesin cnc di Tasikmalaya kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. belajar mesin cnc di Tasikmalaya

belajar mesin cnc di Tasikmalaya

Partai Golkar berpendapat, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terlambat.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Partai Golkar berpendapat, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terlambat. Seharusnya pemerintah sudah menaikkan harga BBM sejak beberapa tahun lalu.

"Menurut kami, kenaikan harga BBM relatif terlambat," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Harry Azhar Aziz saat diskusi di Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

Harry mengatakan, pihaknya secara rasional menyikapi rencana kenaikan harga BBM saat ini. Jika tidak mendukung kenaikan harga BBM, kata dia, maka parpol membiarkan pemerintah melanggar undang-undang lantaran defisit anggaran akan melampaui batas, yakni tiga persen.

"Pertanyaannya, apakah kita tahan kenaikan harga BBM? Apakah itu strategi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan partai yang lain?" tanya Wakil Ketua Komisi XI DPR itu.

Ketika disinggung sikap Golkar saat pemerintah hendak menaikkan harga BBM tahun 2011, Harry menyebut ketika itu Golkar tidak menolak. Hanya saja, menurut dia, pihaknya memberikan batasan bahwa pemerintah hanya bisa menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia menyentuh 120 dollar per barrel. Kenyataannya, harga minyak tidak menyentuh angka itu.

Harry lalu menyinggung kenaikan harga BBM tahun 2008. Kata dia, harga BBM malah diturunkan kembali menjelang Pemilu 2009. Menurut Harry, tiga kali menurunkan harga BBM dari Rp 6.000 per liter hingga Rp 4.500 per liter yang menyebabkan Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali menjadi presiden pada Pilpres 2009.

"Pak SBY sangat cerdik sekali. Golkar kurang cerdik. Yang umumkan kenaikan harga BBM adalah Pak JK (Jusuf Kalla, ketika itu Wakil Presiden), tapi ketika mengumumkan harga BBM turun Pak SBY. Golkar waktu itu bela pemerintah, tapi yang dibela tidak sadar," kata Harry sambil tertawa.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:http://nasional.kompas.com/read/2013/06/08/12464222/Golkar.Terlambat..Rencana.Ken aikan.Harga.BBM

Athiyya Laila , istri Anas Urbaningrum, tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait dalam proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dan pencucian uang, kembali menjenguk suaminya yang kini telah mendekam di Rutan KPK.

Athiyya Laila , istri Anas Urbaningrum, tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait dalam proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dan pencucian uang, kembali menjenguk suaminya yang kini telah mendekam di Rutan KPK.

Saat tiba di Gedung KPK, Kamis (13/3/2014) pagi, Athiyya tampak membawa sebuah map warna merah. Seperti biasanya, perempuan berhijab ini tidak mengeluarkan pernyataan dari mulutnya.

Bahkan, ketika disinggung ihwal kasus pencucian uang dan aset suaminya yang telah disita KPK, tetap menutup rapat mulutnya dan hanya melontarkan senyum.

Sekedar diketahui, sejumlah aset yang telah disita KPK, diantaranya merupakan aset yang diatasnamakan ayah Athiyya, Attabik Ali. Dalam perkara yang ditangani KPK telah menetapkan Anas bukan hanya dalam kasus penerimaan gratifikasi, tetapi ia juga ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Aset milik mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, beberapa diantaranya telah disita oleh KPK, yakni dua bidang tanah di Kelurahan Mantrirejo, Yogyakarta dengan luas 7.670 M2 dan 200 M2 atas nama Attabik Ali.

Kemudian, tanah dan bangunan di Jalan Selat Makasar C9/22 di Duren Sawit, Jakarta Timur,  serta tiga bidang tanah di Desa Panggungharjo, Bantul atas nama Dina Az, anak Attabik Ali.

The 6-foot-10 Phillips played alongside the 6-11 Rick Robey on the Wildcats team that won the 1978 N.C.A.A. men’s basketball title.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »