belajar cnc program di Cirebon Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung belajar cnc program di Cirebon

belajar cnc program di Cirebon Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan belajar cnc program di Cirebon untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, belajar cnc program di Cirebon kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. belajar cnc program di Cirebon

belajar cnc program di Cirebon

Saco-Indonesia.com, 16 Januari 2014, Taipei, Taiwan -- GIGABYTE TECHNOLOGY Co. Ltd., produsen pemimpin dalam produksi motherboard dan graphic card mengumumkan pencetakan tiga rekor dunia dalam hal overclocking ketika ajang CES 2014 di Caesar Palace, Las Vegas.

GIGABYTE Bersama sponsor lain yaitu Intel, G.Skill, dan Enermax membawa LN2 ke padang pasir Las Vegas: Menciptakan tiga rekor dunia


Saco-Indonesia.com,  16 Januari 2014, Taipei, Taiwan -- GIGABYTE TECHNOLOGY Co. Ltd., produsen pemimpin dalam produksi motherboard dan graphic card mengumumkan pencetakan tiga rekor dunia dalam hal overclocking ketika ajang CES 2014 di Caesar Palace, Las Vegas. Selamat kepada Vivi dan STEPONZ, bersamaan dengan Dinos22 dan HiCookie, dimana mereka memecahkan rekor dunia pada benchmark 3DMark06, Unigine Heaven Extreme dan Cinebench.

Kegiatan yang diadakan pada CES 2014 di Caesar Palace Conference Center, Las Vegas ini, GIGABYTE mengundang para talenta Overclocking kelas dunia dari seluruh dunia untuk mendemonstrasikan semua skill maupun pengalaman yang dibutuhkan untuk memecahkan rekor-rekor dunia. Motherboard yang digunakan adalah GIGABYTE Z87X-OC dan GIGABYTE Z87X-OC Force bersamaan dengan processor, memory, SSD, dan power supply yang disediakan kerjasama dengan sponsor Intel, G.Skill, dan Enermax.

[Image: image005_zpsa7ae6f52.jpg~original]

HiCookie, sebagai Chief Overclocking Evangelist, GIGABYTE Motherboard Business Unit, berkomentar, "Ajang CES 2014 Extreme OC adalah ajang yang tepat dan fantastis untuk Overclocking, dengan menggaris-bawahi komitmen dari GIGABYTE kepada segmen PC ekstrim". Ia melanjutkan, "Rekor-rekor dunia yang baru ini adalah bukti bahwa masih tetap ada ruang untuk meningkatkan performa, jika Anda memiliki motherboard yang didesain dari awalnya untuk dapat memecahkan rekor. Tidak terlupa hal ini juga merupakan penggabungan dari perangkat-perangkat lain dari Intel, G.Skill, dan Enermax".

Frank Hung, Product Marketing Manager dari G.Skill, berkomentar, "Kami sangat senang mendapatkan kesempatan yang istimewa ini untuk mengikuti ajang CES 2014 Extreme OC tahun ini. Kami juga merasa bangga akan pencapaian rekor dunia tahun ini, karena diperoleh dengan menggunakan hardware kelas tertinggi dari G.Skill, GIGABYTE, Intel, dan Enermax". Ia melanjutkan, "Memecahkan rekor dunia tidaklah pernah mudah, jadi ini merupakan sensasi tersendiri untuk dapat melihat begitu banyak ahli overclocking yang ikut berpartisipasi".

Richard Hwang, Vice President dari Enermax N.A., berkomentar, "Enermax merasa terhormat untuk ikut berpartisipasi di ajang CES 2014 Extreme OC. Kami senang sekali tentang hasil pemecahan rekor dengan menggunakan komponen dari Enermax, GIGABYTE, Intel, dan G.Skill". Ia melanjutkan, "Terima kasih kepada seluruh overclocker yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan ajang yang sangat sukses ini, dan kami sangat menantikan untuk turut serta pada event-event seperti ini lagi".

Editor : Maulana Lee
Pencetakan Rekor Dunia

saco-indonesia.com, Manfaatnya Roller Conveyor Untuk bidang Industri Artikel Conveyor Dibawah ini akan saya jelaskan tentang

saco-indonesia.com, Manfaatnya Roller Conveyor Untuk bidang Industri

Artikel Conveyor Dibawah ini akan saya jelaskan tentang roller conveyor dan beberapa kegunaan dari roller conveyor tersebut. Nah ini ...Sebuah konveyor rol adalah conveyor yang telah terdiri dari serangkaian bar berputar paralel yang telah memindahkan barang bersama ke tujuan akhir mereka. Konveyor Roller digunakan dalam lingkungan seperti gudang dan fasilitas manufaktur. Mereka juga dapat dipasang di dalam beberapa jenis peralatan, seperti mesin tortilla yang memproduksi tortilla otomatis dan menjalankan mereka turun konveyor rol untuk dapat memungkinkan mereka untuk mendinginkan setelah mereka dibuat. Demikian pula, pembuatan beberapa jenis permen sering telah melibatkan konveyor rol untuk pendinginan. Rancangan konveyor rol tersebut terdiri dari serangkaian tabung yang dipasang pada interval tertentu. Tabung berputar pada tingkat yang sama dan dalam arah yang sama untuk dapat mendorong benda di sepanjang bagian atas conveyor. Mengatur conveyor di sudut juga dapat membantu untuk mendorong benda bersama. Perangkat mungkin peralatan yang terletak di samping untuk dapat melakukan berbagai fungsi seperti paket penyegelan, dan karyawan juga dapat ditempatkan di sepanjang conveyor untuk dapat memanipulasi benda-benda ketika mereka melewati. Salah satu kelemahan untuk conveyor roller bahwa benda dapat jatuh melalui rol atau menjadi canggung berbentuk dan berukuran dan dengan demikian tidak bergerak sepanjang konveyor sangat baik. Sebuah aplikasi yang ideal untuk jenis peralatan pada saluran kemasan, di mana kotak ukuran seragam dan bentuk dapat bergerak dengan mudah ke bawah konveyor rol. Demikian juga, ketika sirkulasi udara di sekitar produk yang dibutuhkan ketika bergerak ke bawah garis, seperti yang terlihat dengan permen, conveyor rol dapat sangat berguna.


Editor : Dian Sukmawati

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Artikel lainnya »