Kursus/ Training/ Workshop/ Balai latih/ Konsultan/ Pelatihan/ Seminar mesin CNC Milling / Mesin Bubut & CAD/CAM di Bandung, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bekasi, Bogor, Depok.

belajar bubut di Sukabumi Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung belajar bubut di Sukabumi

belajar bubut di Sukabumi Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan belajar bubut di Sukabumi untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga, belajar bubut di Sukabumi kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini. belajar bubut di Sukabumi

belajar bubut di Sukabumi

Apakah Anda termasuk yang bingung untuk memilih jenis bohlam lampu apa yang tepat untuk jenis aplikasi penggunaan pada ruangan A

Apakah Anda termasuk yang bingung untuk memilih jenis bohlam lampu apa yang tepat untuk jenis aplikasi penggunaan pada ruangan Anda? Jika “Ya”  Anda tidak usah bingung dan sampai harus memanggil konsultan design interior segala kalau hanya sekedar untuk menentukan lampu apa yang cocok buat ruangan Anda. Kalau Anda pernah membaca tulisan saya terdahulu, Baca Tips Design Pencahayaan Lighting Ruang, sedikit pernah saya ulas kalau hakekat design pencahayaan lighting sebuah ruang sebenarnya adalah menganut kaidah siang dan malam.

Untuk dapat memilih lampu yang tepat atau sesuai dengan jenis aplikasi penggunaan pada ruangan Anda, Anda juga perlu melihat beberapa parameter serta jenis yang ada dalam spesifikasi lampunya. Berikut adalah beberapa parameter dan jenis yang ada dalam spesifikasi lampu, yang perlu Anda lihat karena berkaitan erat dengan aplikasi penggunannya:

1. Colour Rendering

Dalam katalog jenis lampu, satuan yang dipakai untuk dapat membedakan warna cahaya lighting atau biasa disebut Colour Rendering adalah Kelvin atau sering disingkat K. Semakin tinggi angka satuan Kelvin-nya, biasanya satuannya dalam ribuan, maka akan semakin putih kebiru-biruan warna cahaya lightingnya. Begitupun sebaliknya, semakin rendah angka Kelvin-nya maka akan semakin kuning kemerah-merahan warna cahaya lampunya. Untuk dapat menentukan warna apa yang tepat buat ruangan Anda maka jika ruangan Anda aplikasinya untuk bersantai, untuk kamar tidur, tempat makan, ruang keluarga, sebaiknya pilih yang warna cahayanya yang kuning. Jangan menggunakan warna putih. Karena apa? Karena warna kuning lebih soft, nyaman untuk nuansa santai dan beristirahat. Sebaliknya, jika aplikasinya buat ruang kerja yang bernuansa serius, pilihlah yang berwarna putih.

Pertanyaan saya bagaimana jika sebuah ruangan misalnya berfungsi ganda? Ya, berfungsi sebagai ruang santai juga ruang untuk bekerja Anda misalnya. Gampang, aturlah sistem pencahayaan ruangan tersebut menjadi dua grup, satu grup lampu dengan cahaya kuning dan satu grup lagi dengan cahaya putih lalu pasanglah saklar seri menjadi dua grup.

Sekedar contoh pada lampu yang ada di pasaran. Saya ambil contoh pada lampu Philips jenis esential type warm white (kuning) satuan Kelvin-nya sebesar 2700 K. Dan kalau type cool daylight (putih) satuan Kelvin-nya sebesar 6500 K.

2. Lumen

Satuan yang telah membedakan kekuatan cahaya bohlam lampu adalah Lumen. Semakin tinggi satuan Lumen sebuah lampu maka semakin terang atau tinggi pula Lux cahaya yang dipancarkannya. Lampu yang baik idealnya adalah ratio lumennya tinggi diatas 50 lm/W. Bahkan kini lampu-lampu Hemat Energi di pasaran sudah ada yang lumen per wattnya cukup tinggi, yaitu 60 lm/W. Untuk dapat menentukan berapa Lux yang tepat buat ruangan Anda maka jika ruangan Anda aplikasinya untuk bersantai, untuk kamar tidur, tempat makan, ruang keluarga, sebaiknya pilih yang watt dan lumen-nya tidak terlalu tinggi. Jangan menggunakan lampu yang terlalu terang pada ruangan tersebut. Karena apa? Karena cahaya yang lebih redup, soft atau tidak terlalu terang lebih nyaman untuk nuansa santai dan beristirahat. Sebaliknya, jika aplikasinya buat ruang kerja yang bernuansa serius, pilihlah yang watt dan lumennya yang tinggi.

Sebagai gambaran misalnya ruangan Anda berukuran 9 M2 dan berfungsi sebagai kamar tidur, kebutuhan lampunya sekitar 300 Lumen sudah cukup untuk dapat menerangi ruangan Anda.

3. Jenis Ballast dan Trafo

Di pasaran pada lampu tertentu, seperti jenis TL, PLC, Metal Halide dan spot ada yang masih menggunakan ballast dan trafo sebagai komponen lampunya. Dan tipe ballast dan trafo yang ada terbagi menjadi dua, konvensional (pakai kumparan/lilitan) dan elektronik. Dari kedua tipe ballast dan trafo tersebut, pilihlah yang dari jenis elektronik, jangan menggunakan yang jenis kumparan. Selain karena alasan Hemat Energi sebab ballast atau trafo elektronik terbukti lebih hemat energi, juga pada lampu yang ber-ballast atau trafo elektronik bentuknya lebih ramping sehingga tidak mengganggu estetika ruangan Anda.

4. Lampu Spot

Untuk obyek tertentu yang telah membutuhkan fokus penerangan seperti poster, lukisan atau obyek-obyek tertentu seperti patung, air mancur, atau pohon dan relief di taman misalnya, yang butuh sekali ditonjolkan, pasanglah lampu sorot yang mengarah ke obyek-obyek tersebut agar obyeknya nampak lebih menonjol dan hidup. Lampu seperti jenis ini dalam istilah design lighting disebut lampu spot. Untuk memilih lampu yang jenis seperti ini, pilihlah lampu yang berjenis PAR.

5. Lampu General Lighting

Untuk tipe general lightingnya, pilihlah yang jenis armaturenya dari downlight karena lebih fleksibel, yang titiknya bisa diatur menyebar mengikuti luas ceiling ruangan. Karena bentuknya yang tidak terlalu besar dan bisa inbow (masuk) ke dalam plafond membuat ruangan lebih indah secara estetika untuk mendukung design interior ruangan Anda.

6. Lampu Indirect Lighting

Untuk sistem pencahayaan ruang yang telah membutuhkan penerangan cahaya secara tidak langsung atau indirect, misal untuk koef ceiling (lekukan plafond) atau pada ornamen pada dinding, pilihlah lampu yang dari jenis TL karena bisa memberikan efek pencahayaan bayangan yang bagus. Lampu TL yang bentuknya memanjang lebih menghemat jumlah titik lampunya. Dan sekarang tersedia pilihan dengan bentuknya yang semakin kecil dan memanjang mirip dengan tubing neon sign yang dulu pada design interior lighting ruangan pernah dipakai juga sebagai lampu indirect lighting. Contoh lampu TL yang kecil seperti ini, pilih jenis lampu TL 5.

Demikian beberapa tips dari saya untuk memilih bohlam lampu yang tepat buat ruangan Anda. Semoga sharing tips ini bisa bermanfaat.

saco-indonesia.com,      Cara Memilih Material Pipa "PIPA SEAMLESS" Material pipa ada berbagai jen

saco-indonesia.com,
    
Cara Memilih Material Pipa

"PIPA SEAMLESS" Material pipa ada berbagai jenis. Bagaimana cara untuk menentukan material yang harus digunakan? Untuk dapat menentukan material, terutama untuk bidang industri, faktor yang paling penting adalah fluida apa yang akan mengalir didalamnya. Selain itu, kondisi luar dari pipa juga akan mempengaruhi. Dan terakhir, tentu saja dalam sisi ekonomi juga akan menjadi dasar pemilihan material.
Pipa juga dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa dari logam dan non-logam. Logam telah terdiri dari carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan lainnya. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau pabrik kimia lainnya.
Pertama, insinyur proses harus bisa menghitung apa dan berapa banyak macam kandungan yang akan melewati pipa. Pada dasarnya, semua pipa untuk proses biasanya harus memakai pipa logam dan dimulai dari material carbon steel yang paling murah.
Akibat aliran fluida, bagian dalam pipa akan mengalami korosi, dan salah satu cara untuk dapat menetapkan kecepatan korosi adalah memakai grafik de Waard – Milliams nomograph. Grafik ini membantu untuk dapat menentukan berapa kecepatan korosi (mm/tahun) yang telah disebabkan adanya kandungan CO2 dalam fluida.
Problem disebabkan korosi juga dapat diatasi dengan menambah ketebalan pipa sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya pabrik didesain. Tetapi, jika total ketebalan yang dibutuhkan untuk dapat mengatasi korosi itu terlalu tebal, pipa akan menjadi sangat tebal dan tidak efektif dalam pembangunannya. Untuk keadaan ini, pipa dari stainless steel telah menjadi pilihan selanjutnya.
Selain korosi, suhu fluida juga dapat menentukan material pipa. Semakin rendah suhu, logam akan menjadi mudah mengalami retakan. Ini karena sifat brittle (getas)  logam bertambah pada suhu rendah . Stainless steel merupakan salah satu yang tahan akan suhu rendah. Karena itu, untuk cryogenic service (fluida dengan suhu operasi dibawah -196 degC) stainless steel adalah material yang cocok dibandingkan dengan carbon steel.
Stainless steel sering disebut juga corrosion resistance alloy (campuran logam tahan korosi) dan tentunya akan lebih mahal jika dibandingkan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi beberapa jenis, contohnya austenitic, feritic, martenistic, duplex dan high alloy stainless steel (campuran tinggi logam stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan terhadap semua jenis korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh klorida, sulfida serta fluida asam (sour fluid) lainnya.
Untuk sistem pipa yang mengalirkan fluida asam (piping system for sour service) biasanya di desain berdasarkan standar NACE (National Association of Corrosion Engineers) MR0175. Mulai tahun 2003, standar NACE MR0175 bersatu dengan ISO 15156 dan yang telah memiliki syarat desain yang sulit dibandingkan edisi tahun sebelumnya.

Berdasarkan NACE MR0175/ISO 15156, penggunaan austenitic stainless steel telah dibatasi oleh kombinasi dari kadar khlorida, H2S (hydrogen sulfide) dan suhu fluida. Jika austenitic stainless steel tidak dapat digunakan, maka penggunaan duplex atau high alloy stainless steel merupakan pilihan selanjutnya. Jika duplex atau high alloy stainless steel juga tidak dapat digunakan, maka pilihan selanjutnya adalah menggunakan logam campuran nikel seperti incoloy dan inconel.
Semakin tahan terhadap berbagai korosi, semakin mahal harga material tersebut. Untuk dapat mengurangi biaya, pengaplikasian cladding atau overlay juga merupakan salah satu alternatif. Misalnya dengan menggunakan pipa dari carbon steel dengan dilapisi logam mahal pada bagian dalamnya saja yang bersentuhan langsung dengan fluida sumber korosi akan bisa menekan biaya tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.
Pemilihan material ini bukan hanya untuk pipa, tetapi juga berlaku untuk bejana (vessel), katup (valve) dan elemen pipa lainnya. Untuk katup, walaupun material dari badan katup bisa memakai carbon steel, tetapi bagian dimana korosi tidak diperbolehkan untuk dapat menjaga kemampuan katup untuk menyekat (sering disebut sebagai trim, seperti bagian valve seat, stem dan lainnya), maka penggunaan stainless steel atau logam tahan korosi lainnya menjadi keharusan.
Pada saat melakukan pemilihan material yang sebenarnya, mungkin tidak akan semudah yang dijabarkan diatas, tetapi secara umum, begitulah proses pemilihan material pada saat mendesain pabrik industri.


Editor : Dian Sukmawati

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

Artikel lainnya »