Kursus Mesin CNC Murah di Ciroyom Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Kursus Mesin CNC Murah di Ciroyom Bandung Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan kursus mesin cnc di Bekasi untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga,kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini Kursus Mesin CNC Murah di Ciroyom Bandung

Kursus Mesin CNC Murah di Ciroyom Bandung

saco-indonesia.com, Pelaku yang meledakkan diri di halaman Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, diduga kelompok garis keras.

POSO, Saco-Indonesia.com — Pelaku yang meledakkan diri di halaman Mapolres Poso, Sulawesi Tengah, diduga kelompok garis keras. Pelaku mengendarai motor dan meledak tepat di depan mushala, sekitar pukul 08.05 Wita.

"Pelaku laki-laki, umur sekitar 30 hingga 35 tahun, kemungkinan kelompok garis keras bersenjata," kata Sunardi dalam wawancara dengan MetroTV, Senin (3/6/2013).

Saat ini, kata Sunadi, pihaknya masih melakukan olah TKP di halaman Mapolres Poso. Menurutnya, ledakan bunuh diri tersebut tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Jenazah pelaku bom bunuh diri disebutkan telah hancur. Hingga saat ini belum dievakuasi dari lokasi ledakan di halaman Mapolres setempat.

Sumber:Kompas.com

 
Editor :Liwon Maulana

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengaku terus akan mendalami aktor utama dibalik kasus korupsi penga

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengaku terus akan mendalami aktor utama dibalik kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), selain Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang telah ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Soal Alkes baru hari ini, jadi tunggu saja pengumumannya. Masih akan didalami, nama yang akan bermunculan," ujar Ketua KPK, Abraham Samad, di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2013).

Samad juga mengaku sedang memformulasikan dalam surat perintah penyidikan (sprindik) sebelum menetapkan nama baru dalam kasus tersebut.

"Untuk lebih konkretnya nanti diformulasikan. Jadi kami masih harus formulasikan sebelum menetapkan nama lain yang terlibat," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan dan Pencegahan, Busyro Muqqodas juga mengatakan, penyidik KPK tengah berusaha keras untuk dapat menyelidiki dugaan keterlibatan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Pemkot Tangsel.

Busyro juga menuturkan saat ini KPK memang memulainya dari bawah melalui penetapan pejabat Dinkes Tangsel, Mamak Jamaksari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek senilai Rp23 miliar itu.

"Selama ini kan bisa dilihat gimana cari kerja kita, semua telah dimulai dari bawah, minggir-minggir langsung nabrak ke atas kan. Bisa dilihat contohnya PON Riau itu siapa dulu yang kena, minggir-minggir gubernurnya langsung kena kan. Travel cek, itu pertama dari anggota DPR Agus Condro sampai ke Miranda Goeltom-kan. Itu memang karakter kerja KPK. Jadi semuanya analog dengan itu," kata Busyro.


Editor : Dian Sukmawati

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

Artikel lainnya »