Kursus Mesin CNC Murah di Antapani Kidul Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Kursus Mesin CNC Murah di Antapani Kidul Bandung Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan kursus mesin cnc di Bekasi untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga,kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini Kursus Mesin CNC Murah di Antapani Kidul Bandung

Kursus Mesin CNC Murah di Antapani Kidul Bandung

saco-indonesia.com, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap 166 kasus narkotika dengan total barang bukti ratusan ribu k

saco-indonesia.com, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap 166 kasus narkotika dengan total barang bukti ratusan ribu kilogram narkotika dari berbagai jenis dan 672 butir tablet methamphetamine serta tablet Happy Five.

"Selama tahun 2013, BNN telah menangkap 244 orang tersangka dari 166 laporan kasus narkotika. Barang bukti yang telah disita 132.813,18 gram sabu dan 323.726 milimeter prekursor cair," kata Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar dalam 'Refleksi Akhir Tahun BNN,' di Gedung BNN, Senin, (23/12).

Adapun barang bukti lainnya yang telah disita BNN adalah, 215,9 gram heroin, 179,8 gram serbuk ekstasi, 26.937 butir pil ekstasi, 13.522,8 gram ganja, 35,75 gram prekursor, 146,38 gram ephedrine, 85 butir tablet methamphetamine, dan 588 butir tablet happy five.

"Seluruh barang bukti juga sudah dilakukan pemusnahan sebanyak 31 kali," ungkap Anang.

Anang juga melanjutkan, selain mengamankan barang bukti tersebut, BNN juga telah menyita aset kekayaan milik bandar narkotika senilai Rp 49.466.401.112.

"Aset itu telah disita dari 18 tersangka dengan 14 laporan kasus narkotika. Aset yang telah disita meliputi uang tunai, uang dalam rekening tabungan, tanah, rumah, apartemen, kendaraan bermotor, dan perhiasan," tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Polisi akan terus menyelidiki kasus terbunuhnya guru agama, Drs.Muslim Azhuri yang berusia 65 tahun , yang d

saco-indonesia.com, Polisi akan terus menyelidiki kasus terbunuhnya guru agama, Drs.Muslim Azhuri yang berusia 65 tahun , yang ditemukan meregang nyawa di rumahnya, Jalan Muslihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Kami juga masih harus dalami dan mudah-mudahan bisa mengungkap kasus tewasnya Muslim Azhuri. Sembilan saksi sudah kita minta keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Novi Nurohmat.

Sebelumnya Muslim yang biasa menjadi pendakwah di musholah maupun mesjid di kawasan Pesanggrahan setelah pensiun jadi PNS guru agama telah ditemukan tewas di lantai dua rumahnya dengan kondisi yang mengenaskan, usus terburai dan ada luka bacok di tangan dan leher.

Dalam kasus ini, harta benda korban tidak ada yang hilang. Selain itu, pintu rumah atau jendela tidak ada yang rusak sehingga membuat petugas agak kesulitan mengungkap misteri kasus tersebut, apakah dibunuh atau bunuh diri.


Editor : Dian Sukmawati

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »