Kursus/ Training/ Workshop/ Balai latih/ Konsultan/ Pelatihan/ Seminar mesin CNC Milling / Mesin Bubut & CAD/CAM di Bandung, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bekasi, Bogor, Depok.

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung Mesin CNC sekarang banyak digunakan dalam industri permesinan kursus mesin cnc di Bekasi untuk memproduksi komponen dengan tingkat kerumitan dan presisi yang tinggi. Selain itu, mesin CNC mempunyai konsistensi yang lebih efektif untuk pengerjaan dalam jumlah banyak. Penggunaan mesin konvensional dalam proses pemotongan, pengeboran dan proses permesinan lainnya, tentu saja memberikan hasil yang tidak presisi dan memerlukan waktu cukup lama dikarenakan hasil produksi akan tergantung dari kemampuan operator dalam melakukan proses tersebut. Banyak produk-produk yang dihasilkan dengan mesin CNC ini, mulai dari peralatan rumah tangga,kendaraan bermotor sampai pesawat terbang sekalipun menggunakan teknologi ini Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung

saco-indonesia.com, Buntut dari tewasnya Ade Sudrajat yang berusia 16 tahun , saat terjadi tawuran antara SMK YKTB dengan SMK Wi

saco-indonesia.com, Buntut dari tewasnya Ade Sudrajat yang berusia 16 tahun , saat terjadi tawuran antara SMK YKTB dengan SMK Wiyata Karisma Rabu (12/2) kemarin, akhirnya polisi telah menetapkan tiga pelajar jadi tersangka.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto juga mengaku, tiga pelajar yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah RD 16, YP 16, dan FB 15.

“Ketiga pelajar ini juga merupakan siswa SMK Menara Siswa dan YKTB. Sedangkan Riki, pelaku pembacokan masih buron,”kata AKP Didik.

Menurut AKP Didik, tawuran bermula saat sekelompok siswa SMK Menara Siswa (Mensis) sedang nongkrong di Gapura perumahan Telaga Kahuripan dekat pangkalan ojek.

Tiba-tiba mereka diserang sekitar 30 orang pelajar gabungan dari SMK Wiyata Karisma dan SMK YKTB Kota Bogor.

Kelompok dari dua sekolah berbeda yang telah menyatu dalam satu kelompok ini, mempersenjatai diri dengan clurit.

“Deden siswa SMK YKTB 1 Yasmin dan Ridho siswa SMK YKTB jalan Semeru yang telah menjadi ketua kelompok penyerangan. Keduanya memegang senjata tajam,”kata Didik.

Kedua sekolah ini, diakui Kasat, telah memiliki dendam lama dengan sekolah korban.

“Pengakuan FB, satu pelajar yang kini jadi tersangka, yang membacok korban hingga clurit masih menempel dibadan saat ditemukan, adalah Riki. Pelaku sudah DO. Dia yang menggerakan aksi,”paparnya.

Korban ditikam saat terjatuh karena berlari mundur ketika menghindari serangan balik lawan.

“Ketiga pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Tiga pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran adalah Agung, Bastiar dan Riki,” ujar Didik Purwanto.

Diberitakan sebelumnya, tawuran antar pelajar SMK di Bogor, menelan satu korban jiwa.

Ade Sudrajat yang berusia (16) tahun , siswa kelas 1 SMK Wiyata Kharisma, tewas di lokasi akibat terkena sabetan clurit di kepalanya. Warga Kampung Tegal RT 1/03 Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor ini, tewas dengan 3 luka sabetan clurit di bagian kepala, pinggang dan punggungnya.


Editor : Dian Sukmawati

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan mendukung rencana Pemerintah untuk memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM).

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan mendukung rencana Pemerintah untuk memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia langkah tersebut perlu dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian bangsa.

JK menjelaskan, kebijakan tersebut akan sangat berkaitan dengan kepentingan ekonomi bangsa. Menurut dia, pemangkasan subsidi BBM dapat memberi pengaruh untuk pembangunan nasional ke depannya.

"Ya, selayaknya. Tentu karena ini untuk kepentingan ekonomi bangsa," kata Kalla, seusai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (1/6/2013).

Kalla beranggapan, beban masyarakat justru akan bertambah berat bila subsidi BBM tetap digelontorkan. Pasalnya, subsidi tersebut dianggapnya akan menimbulkan beban hutang luar negeri. "Itu subsidi itu kan dibayar dengan hutang, jangan lupa," katanya.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana memangkas subsidi BBM. Dengan begitu, harga premium akan mengalami kenaikan menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.

Jika direalisasikan, sebanyak 15,53 juta keluarga miskin akan menerima uang tunai Rp 150.000 per bulan selama lima bulan dan kompensasi dalam bentuk program lainnya.

 
Editor :Liwon Maulama
Sumber:Kompas.com

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

Artikel lainnya »