Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Balong Gede Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Balong Gede Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Balong Gede Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Regol Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Regol Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Regol Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Manjahlega Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Manjahlega Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Manjahlega Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekar Mulya Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekar Mulya Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekar Mulya Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Darwati Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Darwati Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Darwati Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipamokolan Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipamokolan Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipamokolan Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Rancasari Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Rancasari Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Rancasari Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekarmulya Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekarmulya Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Mekarmulya Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipadung Wetan Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipadung Wetan Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipadung Wetan Bandung

saco-indonesia.com, Anggota Marinir, Lettu S, telah diamankan oleh petugas Polresta Depok, karena diduga telah menganiaya pengat

saco-indonesia.com, Anggota Marinir, Lettu S, telah diamankan oleh petugas Polresta Depok, karena diduga telah menganiaya pengatur jalan di Kampung Setu Gugur, Gang Mangga RT 01/03, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan Kota Depok.

Peristiwa tersebut telah terjadi saat malam pergantian tahun baru sekitar pukul 23:30. Korban Wani yang berusia 30 tahun , warga Pasir Putih, RT 004/04, Sawangan, telah mengalami luka sobek di bagian kepala akibat dipukul oleh pelaku pakai benda tumpul.

“Pelaku Lettu S, adalah anggota Marinir. Ia telah menganiaya korban gara-gara tidak mau diatur dalam perjalanan yang sedang macet menuju ke rumahnya,” ujar Kapolresta Depok, Kombes Achmad Kartiko.

Pelaku yang juga warga setempat tidak mau diatur saat korban mengatur kendaraan yang sedang macet karena menunggu detik-detik pergantian tahun.

“Akibatnya telah terjadi cekcok mulut dan pelaku juga sempat mengancam korban. Tidak lama kemudian pelaku datang kembali sambil membawa teman dan langsung mengeroyok korban hingga terluka,” kata kapolres.

Korban terluka parah bagian kepala akibat dihantam dengan benda keras. Saat itu juga, korban langsung ditolong oleh temannya dan dibawa ke RS Bhakti Yudha untuk mendapat pertolongan medis.

“Teman korban tidak terima, lalu telah mengerahkan massa untuk menangkap pelaku. Namun dengan cepat, anggota reskrim Polresta Depok keburu telah mengamankan pelaku dengan dievakuasi ke Subgar Kodim Depok,” ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan, korban telah dilarikan ke rumah sakit Bhakti Yudha sekitar pukul 00.30 dini hari . “Pelaku juga sudah kita serahkan ke satuan yang berwenang untuk dapat ditindak lanjuti sesuai hukum kemiliteran,” tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Wacana penerapan wajib militer di Indonesia dinilai masih terlalu cepat untuk direalisasikan.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Wacana penerapan wajib militer di Indonesia dinilai masih terlalu cepat untuk direalisasikan. Pasalnya, masih banyak kendala untuk menerapkannya seperti masalah pendanaan hingga terkait sarana dan prasarana ketahanan.

"Ini tidak menjadi program prioritas. Masih lama untuk merealisasikannya," ujar Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar, Yorris Raweyai di Kompleks Parlemen, Selasa (4/6/2013).

Dia menuturkan bahwa penerapan wajib militer memerlukan pendanaan yang tidak sedikit. Saat ini, sebut Yorris, pendanaan militer Indonesia masih belum mampu mendanai program tersebut sehingga pembahasan RUU Komponen Cadangan pun dikesampingkan terlebih dahulu. Meski demikian, RUU Komponen Cadangan itu diakui Yorris penting untuk disahkan.

"RUU ini harus ada, karena sebagai pagar ke depan daripada kalau tidak ada sama sekali konsekuensinya pada ketahanan bangsa," kata Yorris.

Yorris mengatakan bahwa wajib militer yang masuk dalam Rancangan Undang-undang Komponen Cadangan bukanlah bermaksud untuk menerapkan militerisasi.

"Itu tujuannya bela negara, untuk kehidupan berbangsa dan bernegara saja. Untuk hidup disiplin, paham militer perlu dicontoh," tambahnya.

Namun, pria asal Papua ini menilai memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, terkait sanksi pidana jika ada warga negara yang tak mau ikut program wajib militer.

"Kalau pakai pidana, kesannya itu memaksa. Seharusnya sukarela," tandasnya kemudian.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, Kecelakaan maut telah menimpa satu unit mobil travel jurusan Sumatera Barat-Pekanbaru (Riau) terjun ke sunga

saco-indonesia.com, Kecelakaan maut telah menimpa satu unit mobil travel jurusan Sumatera Barat-Pekanbaru (Riau) terjun ke sungai Kampar. Mobil tersebut tenggelam di Sungai Kampar, tepatnya di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono saat dikonfirmasi wartawan Kamis (26/12) telah membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Insiden kecelakaan tunggal tersebut , Rabu (25/12) malam telah terjadi sekitar pukul 20.00 Wib, di Jalan umum Pekanbaru-Sumbar, tepatnya di KM 68/69, desa Merangin, kecamatan Kuok, kabupaten Kampar," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Alex Sandy Siregar juga menambahkan, mobil tersebut mengalami kecelakaan karena out of control. "Masuk jurang dan tenggelam di sungai Kampar sedalam 20 Meter," ujar Alex.

Mobil tersebut jenis Isuzu Phanter dan belum dapat diketahui nomor polisi nya . "Mobil tersebut juga membawa penumpang sebanyak 6 orang," tambahnya.

Dalam insiden maut tersebut, 2 orang meninggal dunia, satu kritis dan dua lagi luka ringan. Sedangkan dua orang masih dalam pencarian. Salah satunya adalah Balita berumur 3 tahun yang masih belum ditemukan.

Identitas ketiga korban yang sudah diidentifikasi tersebut adalah Titis Yunizar yang berusia (56) tahun seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Padang Timur (Sumbar). Saat ini Titis telah dirawat di RSUD Bangkinang, Kampar.

Sementara itu, dua korban selamat lainnya hanya mengalami luka ringan. Mereka adalah Nelfitra usia yang berusia 49 tahun. Nelfitra juga merupakan PNS di Padang Kota. Sedangkan satu lagi adalah Rahmadani Harahap yang berusia 24 tahun warga Lipat Kain. Nelfitra dan Rahmadani sempat dirawat di Puskesmas Kuok, Kampar.

 

Semen juga merupakan jenis bahan bangunan material rumah yang paling sering digunakan, bahan bangunan material ini juga digunaka

Semen juga merupakan jenis bahan bangunan material rumah yang paling sering digunakan, bahan bangunan material ini juga digunakan untuk dapat membuat sebuah pondasi. Selain kayu, logam dan besi, semen juga merupakan elemen yang sebenarnya tidak bisa ditinggal.

Saat ini, banyak sekali jenis semen yang beredar di pasaran toko bahan bangunan material. Namun, banyak sekali dari orang–orang yang tidak tahu cara memilih semen yang baik. Semen yang baik adalah semen yang bisa menghasilkan bangunan rumah minimalis yang berkualitas dan juga bagus. Yang paling penting saat pembelian semen itu adalah dengan mencoba kelunakan dan kelembutan semen dengan menekannya meski masih berada dalam kemasannya. Jika semen yang di tekan dari luar kemasan terasa keras, itu tandanya semen sudah terlalu lama disimpan dan sudah tidak dalam kondisi yang bagus lagi.

Lalu semen yang baik juga akan terlihat ketika sudah dikeluarkan dari kemasannya. Semen yang baik kualitasnya, adalah semen yang seluruh butirannya bisa terurai dan nampak lembut seperti debu, juga tidak menggumpal. Tapi jika semen tersebut mulai menggumpal dan terlihat kasar, maka kualitasnya juga sudah pasti berkurang. Apalagi jika sudah terlihat mengeras dan membatu seperti kerikil.

Kemudian setelah tahu dan mendapatkan semen yang baik, tentu kita juga harus tahu cara untuk menyimpan semen yang baik agar tidak turun kualitas semennya. Karena jika terjadi salah–salah dalam menyimpan semen, bisa akan membuat semen menjadi rusak dan juga mengeras. Kita tentu tidak ingin hal itu akan terjadi bukan? Oleh karena itu, ada sedikit cara untuk dapat menyiasati agar hal tersebut tidak terjadi.

Material bahan bangunan semen yang sudah dibuka atau yang belum dibuka harus disimpan dalam ruangan yang tertutup atau minimal terlindung dari sinar matahari dan hujan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan permukaan lantainya. Sebaiknya, kita harus menyimpannya di permukaan lantai yang datar dan tidak berupa tanah.

Dan untuk semen yang belum dibuka dari kemasannya, kita juga bisa menggunakan kayu sebagai wadah landasan. Jadi, semen tidak langsung diletakkan pada lantai. Dan metode ini tentu telah memiliki tujuan. Jika terjadi penguapan air dan pengembunan didalam tanah atau dibawah lantai maka tidak akan langsung terkena semen. Otomatis, semen akan terhindar dari kerusakan. Jika semen yang disimpan dalam jumlah yang banyak, maka bisa disimpan dengan menggunakan konsep susunan batu bata. Saling berjajar, namun pada bagian atasnya telah diletakkan dalam posisi yang saling menyilang. Hal ini untuk dapat menghindari susunan kemasan semen agar tidak bisa jatuh dan tumpah. Selain itu, tujuan untuk menyimpan semen dengan metode ini adalah agar semen bisa mendapatkan celah atau ruang untuk mendapatkan udara dan terhindar dari penggumpalan.

Dan dari keadaan yang disimpan, untuk dapat menggunakan semen haruslah diambil dari stok pertama atau dari tumpukan pertama (bawah). Hal ini telah dilakukan agar menghindari penggumpalan pada semen karena disimpan terlalu lama. Dalam penyimpanan semen, hal yang harus diperhatikan juga adalah kebersihan dari tempat penyimpanan. Tempat yang lembap bisa akan membuat semen cepat menggumpal dan mengeras jauh lebih cepat. Begitu pula dengan dengan sirkulasi udara yang pengap, hal itu bisa menimbulkan masalah yang sama. Namun, jika tidak terdapat tempat penyimpanan di dalam ruangan atau seperti gudang untuk dapat menyimpan semen, maka sebaiknya gunakan tempat yang teduh dan lindungi dari sinar matahari. Untuk perlindungan lebih maksimal, kita bisa gunakan kain terpal.

Semoga tips dalam memilih bahan bangunan khususnya semen bisa bermanfaat untuk Anda! Selamat berbelanja!


 

saco-indonesia.com, Lini tengah Real Madrid telah diyakini makin solid saat Luka Modric turun bermain - keyakinan yang telah diu

saco-indonesia.com, Lini tengah Real Madrid telah diyakini makin solid saat Luka Modric turun bermain - keyakinan yang telah diumbar oleh mantan bomber Madrid, Davor Suker.

Tampil tak meyakinkan pada awal kedatangannya di Bernabeu tahun lalu, Modric juga mulai menampakkan sinarnya menjelang akhir musim kemarin. Dan musim ini, eks gelandang Tottenham asal Kroasia itu telah melanjutkan penampilan solidnya di skuat Carlo Ancelotti.

"Real tampil lebih baik saat Modric ada di lapangan. Ia juga bahagia bersama Real Madrid, namun dalam kerendahan hatinya ia telah membidik gelar juara. Motivasinya juga sangat tinggi, mencintai sepakbola dan tak akan berhenti hingga ia memenangi sesuatu yang besar," ujar Suker, sang kompatriot.

Suker yang kini telah menjabat presiden Federasi Sepakbola Kroasia, menambahkan, "Luka bermain di level tertinggi, tapi itu juga bukan sebuah kejutan. Ia adalah salah satu pemimpin di Real, ia telah menjadi komandan di sebagian besar lapangan. Ia tahu cara bermain defensif juga ofensif, serta mampu untuk menciptakan ancaman besar


Editor : Dian Sukmawati

Do'a Ihram Do'a Keluar Rumah Do'a Ketika Sampai di Mina Do'a Ketika Melihat Ka'bah Do'a Keti

  1. Do'a Ihram
  2. Do'a Keluar Rumah
  3. Do'a Ketika Sampai di Mina
  4. Do'a Ketika Melihat Ka'bah
  5. Do'a Ketika Sampai di Muzdalifah
  6. Do'a Ketika Tiba Di tujuan
  7. Do'a Masuk Arafah
  8. Do'a Masuk Masjidil Haram
  9. Do'a Masuk Masjid Nabawi
  10. Do'a Melontar Jumrah
  11. Do'a Memasuki Kota Madinah
  12. Do'a Memasuki Kota Mekkah
  13. Do'a Menggunting Rambut
  14. Do'a Sa'i
  15. Do'a Sampai di Tanah Air
  16. Do'a Selesai Melaksanakan Haji/Umrah
  17. Do'a Sewaktu Kendaraan Bergerak
  18. Do'a Thawaf
  19. Do'a Waktu Diatas Kendaraan
  20. Do'a Wukuf
  21. Niat Ibadah Haji & Umrah
  22. Talbiyah

Berikut teks dan arti doa doa di atas, dalam susunan yang tidak berurutan.

 

 

 

 

 
 

Saco-Indonesia.com - Seperti halnya dengan kaset dan komunikasi tatap muka, jam tangan kini juga mulai kehilangan makna pentingnya dalam kehidupan modern.

Saco-Indonesia.com - Seperti halnya dengan kaset dan komunikasi tatap muka, jam tangan kini juga mulai kehilangan makna pentingnya dalam kehidupan modern. Apalagi kita punya ponsel yang bisa menunjukkan waktu, belum lagi komputer, tablet, dan berbagai gadget lainnya.

Namun, jam tangan disukai bukan hanya karena fungsinya saja. Sebagian besar wanita mengganggap jam tangan sebagai aksesoris yang bisa menunjang penampilan.

Berikut ada alasan lain mengapa jam tangan masih penting untuk dipakai:

1. Tak sopan cek ponsel terus menerus
Walau Anda bisa melihat dengan jelas jam yang tertera di ponsel, tetapi tak sopan jika sebentar-sebentar Anda membuka ponsel hanya untuk melihat jam.

2. Cek waktu tanpa repot
Tentu merepotkan saat kedua tangan Anda membawa tas, buku, tentengan belanja, atau menggandeng anak, namun Anda masih harus membuka ponsel untuk melihat jam. Jam tangan adalah solusinya.

3. Bagian dari fashion
Tak sulit menemukan jam tangan yang trendi dan terlihat indah saat dipakai. Jam tangan memang bagian dari fashion. Apalagi jika Anda malas memadukan pakaian dengan kalung, cincin, atau gelang. Cukup pilih jam tangan dengan strap yang menarik, penampilan pun terasa komplet.

4. Bagian dari identitas
Seperti halnya tas, jam tangan juga menjadi simbol dari status, asosiasi, dan identitas. Perhatikan seorang eksekutif muda yang memakai Rolex dan seorang mahasiswa yang memakai jam karet digital, sengaja atau tidak masing-masing memberi pesan tersendiri terhadap apa yang mereka pakai.

5. Bagian dari orang dewasa
Dibelikan jam tangan saat kita masih anak-anak menjadi sebuah milestone tersendiri karena itu berarti kita sudah mampu mengenali waktu. Sebagai orang dewasa, memakai jam tangan juga membuat kita merasa benar-benar seperti orang dewasa.

Sumber:kompas.com

Editor : Maulana Lee

Siapa yang tidak mau punya rumah strategis untuk akses ke mana mana, salah satunya rumah di kawasan dekat dengan stasiun, untuk

Siapa yang tidak mau punya rumah strategis untuk akses ke mana mana, salah satunya rumah di kawasan dekat dengan stasiun, untuk itu kami menjual rumah yg siap pakai di wilayah bekasi, untuk lokasinya pastinya sudah dekat dengan stasiun bekasi, sehingga memudahkan perjalanan anda untuk ke wilayah jabodetabek, dengan memakai jasa kereta api.

Selain itu kawasan / lokasi rumah yang kami jual berada di dekat pusat pembelanjaan SUMARECON BEKASI.

Anda sedang mencari rumah strategis di wilayah bekasi utara, dengan akses jalan yang mudah di tempuh .Di Jual Rumah Di Wilayah Bekasi Utara

Rumah yang kami tawarkan ini, berada di wilayah perumahan, dengan mempunyai fasilitas sebagai berikut :

1. Dekat Stasiun Bekasi

2. Dekat Sumarecon Bekasi

3. Jalan bisa di lalui dua mobil.( jalan lebar, sehingga bisa leluasa untuk lewat 2 mobil )

4. Dua kamar tidur

5. Satu Gudang

6. 1 mushola

7. Ada 2 kamar mandi.

8. Ada dak atas untuk jemur pakaian

Harga yang kami tawarkan sangatlah fantastis, dengan ukuran rumah yg sangat leluasa, serta akses jalan sangatlah mudah.

Untuk info lebih lengkap/jelas silahkan hubungi kami di

0812 8432 9553

0815 2775 1315

0818 0695 5207

Apakah semua rangkaian haji yang merupakan wajib haji kalau ditinggalkan karena sesuatu dan lain hal boleh digantikan dengan dam

Apakah semua rangkaian haji yang merupakan wajib haji kalau ditinggalkan karena sesuatu dan lain hal boleh digantikan dengan dam?

Jawab:
Betul. Wajib haji yang tidak bisa dilaksanakan harus diganti dengan Dam yaitu memotong seekor kambing, seperti:
- Tidak Mabit di Muzdalifah atau Mina.
- Melewati Miqot Makani tidak berniat Ihrom.
- Membungkus kaki atau menutup kepala karena uzur bagi pria.
Tapi kalau melanggar larangan ihrom seperti pakai minyak wangi, memotong rambut atau kuku, memetik tumbuh-tumbuhan Damnya cukup sekitar 20 real, tidak memotong seekor kambing.

Sumber : http://www.jurnalhaji.com

Baca Artikel lainnya : JANGAN BERCUKUR SEMBARANGAN

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Public perceptions of race relations in America have grown substantially more negative in the aftermath of the death of a young black man who was injured while in police custody in Baltimore and the subsequent unrest, far eclipsing the sentiment recorded in the wake of turmoil in Ferguson, Mo., last summer.

Americans are also increasingly likely to say that the police are more apt to use deadly force against a black person, the latest New York Times/CBS News poll finds.

The poll findings highlight the challenges for local leaders and police officials in trying to maintain order while sustaining faith in the criminal justice system in a racially polarized nation.

Sixty-one percent of Americans now say race relations in this country are generally bad. That figure is up sharply from 44 percent after the fatal police shooting of Michael Brown and the unrest that followed in Ferguson in August, and 43 percent in December. In a CBS News poll just two months ago, 38 percent said race relations were generally bad. Current views are by far the worst of Barack Obama’s presidency.

The negative sentiment is echoed by broad majorities of blacks and whites alike, a stark change from earlier this year, when 58 percent of blacks thought race relations were bad, but just 35 percent of whites agreed. In August, 48 percent of blacks and 41 percent of whites said they felt that way.

Looking ahead, 44 percent of Americans think race relations are worsening, up from 36 percent in December. Forty-one percent of blacks and 46 percent of whites think so. Pessimism among whites has increased 10 points since December.

Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are generally good or generally bad?
60
40
20
0
White
Black
May '14
May '15
Generally bad
Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are getting better, getting worse or staying about the same?
Getting worse
Staying the same
Getting better
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37
17
46
36
16
41
42
15

The poll finds that profound racial divisions in views of how the police use deadly force remain. Blacks are more than twice as likely to say police in most communities are more apt to use deadly force against a black person — 79 percent of blacks say so compared with 37 percent of whites. A slim majority of whites say race is not a factor in a police officer’s decision to use deadly force.

Overall, 44 percent of Americans say deadly force is more likely to be used against a black person, up from 37 percent in August and 40 percent in December.

Blacks also remain far more likely than whites to say they feel mostly anxious about the police in their community. Forty-two percent say so, while 51 percent feel mostly safe. Among whites, 8 in 10 feel mostly safe.

One proposal to address the matter — having on-duty police officers wear body cameras — receives overwhelming support. More than 9 in 10 whites and blacks alike favor it.

Continue reading the main story
How would you describe your feelings about the police in your community? Would you say they make you feel mostly safe or mostly anxious?
Mostly safe
Mostly anxious
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
75%
21
3
81
16
3
51
42
7
Continue reading the main story
In general, do you think the police in most communities are more likely to use deadly force against a black person, or more likely to use it against a white person, or don’t you think race affects police use of deadly force?
Police more likely to use deadly force against a black person
Police more likely to use deadly force against a white person
Race DOES NOT affect police use of deadly force
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37%
79%
2%
2%
1%
46%
53%
16%
9%
8%
4%
Continue reading the main story
Do you favor or oppose on-duty police officers wearing video cameras that would record events and actions as they occur?
Favor
Oppose
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
92%
93%
93%
6%
5%
5%
2%
2%
2%

Asked specifically about the situation in Baltimore, most Americans expressed at least some confidence that the investigation by local authorities would be conducted fairly. But while nearly two-thirds of whites think so, fewer than half of blacks agree. Still, more blacks are confident now than were in August regarding the investigation in Ferguson. On Friday, six members of the police force involved in the arrest of Mr. Gray were charged with serious offenses, including manslaughter. The poll was conducted Thursday through Sunday; results from before charges were announced are similar to those from after.

Reaction to the recent turmoil in Baltimore, however, is similar among blacks and whites. Most Americans, 61 percent, say the unrest after Mr. Gray’s death was not justified. That includes 64 percent of whites and 57 percent of blacks.

Continue reading the main story
As you may know, a Baltimore man, Freddie Gray, recently died after being in the custody of the Baltimore police. How much confidence do you have that the investigation by local authorities into this matter will be conducted fairly?
A lot
Some
Not much
None at all
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
29%
31
22
14
5
31
33
20
11
5
20
26
30
22
In general, do you think the unrest in Baltimore after the death of Freddie Gray was justified, or do you think the unrest was not justified?
Justified
Not justified
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
28%
61
11
26
64
11
37
57
6

Hockey is not exactly known as a city game, but played on roller skates, it once held sway as the sport of choice in many New York neighborhoods.

“City kids had no rinks, no ice, but they would do anything to play hockey,” said Edward Moffett, former director of the Long Island City Y.M.C.A. Roller Hockey League, in Queens, whose games were played in city playgrounds going back to the 1940s.

From the 1960s through the 1980s, the league had more than 60 teams, he said. Players included the Mullen brothers of Hell’s Kitchen and Dan Dorion of Astoria, Queens, who would later play on ice for the National Hockey League.

One street legend from the heyday of New York roller hockey was Craig Allen, who lived in the Woodside Houses projects and became one of the city’s hardest hitters and top scorers.

“Craig was a warrior, one of the best roller hockey players in the city in the ’70s,” said Dave Garmendia, 60, a retired New York police officer who grew up playing with Mr. Allen. “His teammates loved him and his opponents feared him.”

Young Craig took up hockey on the streets of Queens in the 1960s, playing pickup games between sewer covers, wearing steel-wheeled skates clamped onto school shoes and using a roll of electrical tape as the puck.

His skill and ferocity drew attention, Mr. Garmendia said, but so did his skin color. He was black, in a sport made up almost entirely by white players.

“Roller hockey was a white kid’s game, plain and simple, but Craig broke the color barrier,” Mr. Garmendia said. “We used to say Craig did more for race relations than the N.A.A.C.P.”

Mr. Allen went on to coach and referee roller hockey in New York before moving several years ago to South Carolina. But he continued to organize an annual alumni game at Dutch Kills Playground in Long Island City, the same site that held the local championship games.

The reunion this year was on Saturday, but Mr. Allen never made it. On April 26, just before boarding the bus to New York, he died of an asthma attack at age 61.

Word of his death spread rapidly among hundreds of his old hockey colleagues who resolved to continue with the event, now renamed the Craig Allen Memorial Roller Hockey Reunion.

The turnout on Saturday was the largest ever, with players pulling on their old equipment, choosing sides and taking once again to the rink of cracked blacktop with faded lines and circles. They wore no helmets, although one player wore a fedora.

Another, Vinnie Juliano, 77, of Long Island City, wore his hearing aids, along with his 50-year-old taped-up quads, or four-wheeled skates with a leather boot. Many players here never converted to in-line skates, and neither did Mr. Allen, whose photograph appeared on a poster hanging behind the players’ bench.

“I’m seeing people walking by wondering why all these rusty, grizzly old guys are here playing hockey,” one player, Tommy Dominguez, said. “We’re here for Craig, and let me tell you, these old guys still play hard.”

Everyone seemed to have a Craig Allen story, from his earliest teams at Public School 151 to the Bryant Rangers, the Woodside Wings, the Woodside Blues and more.

Mr. Allen, who became a yellow-cab driver, was always recruiting new talent. He gained the nickname Cabby for his habit of stopping at playgrounds all over the city to scout players.

Teams were organized around neighborhoods and churches, and often sponsored by local bars. Mr. Allen, for one, played for bars, including Garry Owen’s and on the Fiddler’s Green Jokers team in Inwood, Manhattan.

Play was tough and fights were frequent.

“We were basically street gangs on skates,” said Steve Rogg, 56, a mail clerk who grew up in Jackson Heights, Queens, and who on Saturday wore his Riedell Classic quads from 1972. “If another team caught up with you the night before a game, they tossed you a beating so you couldn’t play the next day.”

Mr. Garmendia said Mr. Allen’s skin color provoked many fights.

“When we’d go to some ignorant neighborhoods, a lot of players would use slurs,” Mr. Garmendia said, recalling a game in Ozone Park, Queens, where local fans parked motorcycles in a lineup next to the blacktop and taunted Mr. Allen. Mr. Garmendia said he checked a player into the motorcycles, “and the bikes went down like dominoes, which started a serious brawl.”

A group of fans at a game in Brooklyn once stuck a pole through the rink fence as Mr. Allen skated by and broke his jaw, Mr. Garmendia said, adding that carloads of reinforcements soon arrived to defend Mr. Allen.

And at another racially incited brawl, the police responded with six patrol cars and a helicopter.

Before play began on Saturday, the players gathered at center rink to honor Mr. Allen. Billy Barnwell, 59, of Woodside, recalled once how an all-white, all-star squad snubbed Mr. Allen by playing him third string. He scored seven goals in the first game and made first string immediately.

“He’d always hear racial stuff before the game, and I’d ask him, ‘How do you put up with that?’” Mr. Barnwell recalled. “Craig would say, ‘We’ll take care of it,’ and by the end of the game, he’d win guys over. They’d say, ‘This guy’s good.’”

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Mr. Goldberg was a serial Silicon Valley entrepreneur and venture capitalist who was married to Sheryl Sandberg, the chief operating officer of Facebook.

Dave Goldberg Was Lifelong Women’s Advocate