Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipedes Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipedes Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cipedes Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasteur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasteur Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasteur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukajadi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukajadi Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukajadi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciseureuh Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciseureuh Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciseureuh Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirluyu Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirluyu Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirluyu Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ancol Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ancol Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ancol Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigereleng Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigereleng Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigereleng Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pungkur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pungkur Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pungkur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciateul Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciateul Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ciateul Bandung

Ratusan dokter dari seluruh Indonesia menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka, Senin (20/5/2013).

JAKARTA, Saco- Indonesia.com -  Ratusan dokter dari seluruh Indonesia menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka, Senin (20/5/2013). Mereka memrotes kebijakan kesehatan yang belum menyeluruh. Presidium Dokter Indonesia Bersatu, Agung Sapta Adi, mengatakan pihaknya berharap ada reformasi kesehatan nasional yang berkeadilan.

"Idealnya, anggaran kesehatan 5 persen dari APBN dan 10 persen dari APBD sesuai UU Kesehatan Nomor 36 Tahuun 2009. Tapi sekarang belum terjadi," katanya.

Biaya kesehatan yang mahal seharusnya bisa disiasati kalau ada perencanaan dan alokasi dana dan fasilitas yang tepat sasaran. Cukai rokok seharusnya juga bisa dialokasikan untuk pembiayaan kesehatan sebagai kompensasi dampak rokok bagi kesehatan.
Editor :Liwon Maulana(galipat)
Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, Usai bisa menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 2-2, Persegres bakal akan berjumpa PSM Maka

saco-indonesia.com, Usai bisa menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 2-2, Persegres bakal akan berjumpa PSM Makassar, Rabu (18/12) di Stadion Surajaya, Lamongan. Meski telah mengaku buta dengan kekuatan Juku Eja, pelatih Agus Yuwono siap untuk memberikan kejutan bagi saudaranya dari Indonesia Timur itu.

Agus juga mengaku tak memiliki banyak data yang telah menggambarkan peta kekuatan calon lawannya asal Makassar tersebut. Tak heran bila Agus buta dengan kekuatan tim pujaan The Maczman itu. Saat ini, Agus ingin mencoba mengumpulkan segala bentuk informasi, serta menganalisis kekuatan PSM.

"Sampai sekarang saya buta kekuatan mereka. Tapi bagaimanapun PSM adalah salah satu tim yang besar dan juga sudah memiliki nama di sepakbola Tanah Air," ucap pelatih asal Malang ini.

Musim ini, PSM Makassar telah diperkuat pemain berpengalaman, seperti Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Roman Chamelo dan striker Jepang, Kenji Adachihara. Tim ini telah dilatih oleh arsitek asal Jerman, Jorg Peter Steinebrunner. Steinebrunner telah tercatat pernah menangani Deltras Sidoarjo. Namun ia telah dipecat di tengah jalan karena merosotnya prestasi The Lobster.

Menghadapi PSM yang dikenal telah memiliki karakter keras, Agus coba menyiapkan strategi berbeda dibanding waktu menahan imbang tuan rumah Persela. Kendati demikian di turnamen ini Agus tidak memforsir kemenangan. Apalagi Persegres juga masih dalam proses pembentukan tim.

"Yang penting bagaimana anak-anak bermain dengan organisasi permainan yang baik. Meski kondisi mereka belum maksimal," harap eks pelatih Persik Kediri dan Persidafon Dafonsoro ini.


Editor : Dian Sukmawati

Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul da

Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1998).

Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu.

Survey adalah suatu desain yang digunakan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang, pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai.

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya. Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut: Kelas  : Osteichthyes Anak kelas : Actinopterygii Bangsa : Cypriniformes Suku  : Cyprinidae Marga  : Cyprinus Jenis  : Cyprinus carpio L. Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut: 1)Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1. 2) Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1. 3) Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1. 4) Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1. 5) Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Budidaya Ikan Mas di Pandaisikek Budidaya ikan mas di Kenagaraian Pandaisikek masih menggunakan cara tradisonal. Dimana ikan dipelihara di kolam dengan berbagai ukuran sesuai ketersedian lahan. Biasanya kolam berada tidak jauh dari rumah pemilik.Usaha pemeliharan ikan hanya merupakan usaha sampingan, tidak di jumpai di Nagari ini masyarakat yang perekonimoannya ditopang sepenuhnya dari pembudidayaan ikan. Namun demikian pembudidayaan ikan cukup memberi konstribusi terhadap perekonomian pembudidaya karena dapat menghasilkan uang yang lumayan banyak pada sa’at tertentu atau saat panen. Pembudidayaan ikan ini tidak hanya terfokus pada ikan mas saja, dalam satu kolam bisa saja di jumpai jenis ikan lain seperti mujair/gurami, dan beberapa jenis ikan lainya. Ikan dipelihara secara alami yang mana tidak ada diberikan perlakuan khusus seperti pemberian pellet atau pemisahan bibit sesuai umur atau pertumbuhan. Makanan ikan bersumber dari sisa mencuci piring, ampas-ampas dapur, sayur rusak dari panen yang tidak memenuhi standar untuk di jual, kotoran manusia ( karena setip kolam di lengkapi dengan wc yang pembuangannya langsung ke kolam) dan jarang sekali pembudidaya yang member pellet untuk makan ikan peliharaanya. Akan tetapi harus di akui bahwa rasa daging ikan yang dipelihara dengan cara seperti ini jauh lebih enak dan lebih gurih ketimbang ikan yang diberi makan pellet. Air yang digunankan untuk menggenangi kolam bersumber dari air gunung, yaitu Gunung singgalang dan gunung Merapi ditambah dengan sumber dari mata air alam yang di Nagari Pandaisikek serta air buangan dari sawah penduduk. Tiap kolam mempunyai beberapa pembuangan air sesuai kondisi. Secara umum kolam mempunyai tiga pembuangan air. Pembuangan permukaan, bertujuan untuk menjaga ke stabilan tinggi air permukaan,agar  tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Permukaan air yang terlalu tinggi akan menyebabkan ikan gampang meloncat keluar kolam, sedangkan permukaan yang terlalau rendah akan menyebabkan ikan gampang di mangsa oleh hama seperti anjing dan kucing air (berang-berang). Pembuangan air yang kedua yaitu pembuangan air tengah , berada hampir mendekati dasar kolam, kira-kira se lutut dari dasar kolam. Pembuangan ini berguna untuk pengeringan kolam dan untuk mengurangi air kolam saat panen tiba. Pembuangan air yang ketiga terletak pada dasar kolam, ini berguna saat melakuan pembersihan dasar kolam ketika selesai panen. , menghanyut lumpur dan sampah sampah yang berada di dasar kolam. Panen dilakukan sekali dalam setahun, biasanya pada saat menjelang lebaran Idil Fitri, dimana pada saat itu permintaan pasar akan kebutuhan ikan sangat tinggi. Biasanya panen diserahkan kepada orang yang berprofesi sampingan sebagai tukang panen ikan. Tengah malam atau menjelang subuh tukang panen membuka tutup pembuangan air tengah dengan tujuan mengurangi air kolam sehingga yang tersisa hanya sebatas lutut, dengan demikian proses penangkapan ikan akan lebih mudah di lakukan. Pembuangan air tengah ini bisa dilakukan pengaturan agar air keluar  seimbang dengan air masuk. Setiap kolam memiliki kolam kecil yang terletak di punggang kolam atau posisinya berada sedikit di atas pembuangan air tengah, kolam kecil ini akan terlihat jika permukaan air sejajar dengan pembuangan air tengah. Fungsi kolam kecil ini adalah untuk menampung ikan kecil-kecil (anak ikan) yang dipisahkan saat panen. Panen dimulai setelah selesai sholat subuh atau kira-kira jam 5.30. Satu atau dua orang tukang panen masuk ke kolam dengan membawa alat panen yang disebut “tangguak”. Tangguak disisirkan ke kolam sehingga semua ikan berbagai jenis dan ukuran yang terkena akan masuk ke dalam tangguak. Kemudian tangguak yang sudah penuh ikan dibawa ke pinggir kolam dan selanjutnya dilakukan pemisahan ikan. Pemisahan dilakukan berdasarkan jenis ikan dan ukuran, ada ukuran besar dan ada ukuran sedang. Ikan yang kecil akan di masukan ke dalam kolam kecil (kolam penampung bibit)  yang sudah tersedia dan anak ikan ini akan dijadikan sebagai bibit untuk periode berikutnya. Proses ini dilakukan berulang-ulang sampai ikan yang ada dalam kolam habis. Setelah panen selesai, tahap selanjutnya adalah melakukan pembersihan kolam dari endapan lumpur dan sampah. Untuk itu perlu membuka tutup pembuangan dasar. Sebelum membuka tutup pembuangan dasar dipastikan dulu kalau debet air masuk cukup untuk menghanyutkan lumpur dan sampah. Dengan demikian proses pembuangan endapan lumpur akan lebih cepat dan mudah  dilakukan.  Setelah kolam bersih dari sampah dan endapan lumpur maka lobang pembuangan dasar dan lobang pembuangan tengah ditutup kembali dengan tujuan agar kolam terisi penuh lagi dengan air. Anak ikan (ikan bibit ) yang tadinya berada dalam kolam kecil penampung sementara, secara perlahan akan dapat berenang bebas sejalan dengan terendamnya kolam penampungan bibit tersebut. Jika bibit dirasa kurang dengan ukuran kolam yang ada maka dilakukan penaburan bibit tambahan yang di beli dari luar. Selesai sudah proses panen, pemilik kolam  menunggu sampai tahun depan hingga siap lagi untuk di panen.(EC-1266).

saco-indonesia.com, Sejumlah kecelakaan telah mewarnai hari terakhir tahun 2013 pagi ini. Penyebabnya, jalanan licin akibat huja

saco-indonesia.com, Sejumlah kecelakaan telah mewarnai hari terakhir tahun 2013 pagi ini. Penyebabnya, jalanan licin akibat hujan yang telah mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak tadi malam.

Seperti yang telah dilansir TMC Polda Metro Jaya, Selasa (31/12), beberapa kecelakaan telah terjadi di jalan tol. Ada juga pohon tumbang di KM 23 Tol Karawaci (arah Karang Tengah), yang menutup 1 lajur jalan.

Bus terperosok selokan telah terjadi di pertigaan Jombang Ciputat yang juga mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.

Sementara di KM 16 Tomang arah Pluit, arus lalin tersendat akibat kecelakaan beruntun yang telah melibatkan taksi dan sejumlah mobil pribadi. Di Tol JORR, Suzuki Escudo B 2716 AJ telah menabrak pembatas jalan di KM 47 Tol JORR dari Bintara arah Jatiasih.

Sementara kecelakaan Truk N 9207 NQ & Toyota Innova B 2726 IN telah terjadi di KM 20 Tol Ancol arah ke Pluit. Satu lagi, mobil tersangkut separator busway di MT Haryono arah Pancoran depan Gedung Nindya Karya.

Petugas telah meminta pengendara untuk dapat berhati-hati saat mengendarai karena jalanan yang licin. Sehubungan cuaca hujan, jalur contra flow Tol Cawang-Semanggi tidak diberlakukan pagi ini.

"Terampil berkendara dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berarti telah menghargai keselamatan diri anda sendiri dan orang lain," pesan petugas.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Perekonomian Rizal Raml

saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli terkait dalam pernyataan Rizal yang telah menyatakan bahwa jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi dari kasus Bank Century. Menanggapi hal itu, Rizal Ramli juga mengaku telah menyiapkan 200 lebih pengacara untuk dapat menghadapi somasi SBY itu. "Kami juga akan siapkan 200 lebih pengacara untuk somasi ini. Dalam suasana Indonesia yang pragmatis, transaksional ini, ratusan lawyer telah melawan kekuatan anti demokrasi secara sukrela dan juga telah memberi harapan kepada kami," kata Rizal di Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014). Rizal pun juga terkesan dengan pengacara yang ingin membelanya dalam melawan somasi SBY tersebut. Salah satu pengacara yang telah bergabung adalah Ahmad Rifai yang juga pengacara KPK. "Sangat mengagumkan dan mengharukan, ternyata banyak sekali lawyer-lawyer yang secara probono, sukarela, beramai-ramai bergabung untuk dapat memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia," tegasnya. Sekedar diketahui, selain Rizal Ramli, pengacara keluarga Presiden SBY, Palmer Situmorang juga telah melayangkan somasi kepada loyalis Anas Urbaningrum yang juga anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Sri Mulyono karena tulisannya di laman Kompasiana berjudul "Anas: Kejarlah Daku Kau Terungkap Editor : Dian Sukmawati saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melayangkan somasi kepada mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli terkait dalam pernyataan Rizal yang telah menyatakan bahwa jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi dari kasus Bank Century. Menanggapi hal itu, Rizal Ramli juga mengaku telah menyiapkan 200 lebih pengacara untuk dapat menghadapi somasi SBY itu. "Kami juga akan siapkan 200 lebih pengacara untuk somasi ini. Dalam suasana Indonesia yang pragmatis, transaksional ini, ratusan lawyer telah melawan kekuatan anti demokrasi secara sukrela dan juga telah memberi harapan kepada kami," kata Rizal di Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014). Rizal pun juga terkesan dengan pengacara yang ingin membelanya dalam melawan somasi SBY tersebut. Salah satu pengacara yang telah bergabung adalah Ahmad Rifai yang juga pengacara KPK. "Sangat mengagumkan dan mengharukan, ternyata banyak sekali lawyer-lawyer yang secara probono, sukarela, beramai-ramai bergabung untuk dapat memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia," tegasnya. Sekedar diketahui, selain Rizal Ramli, pengacara keluarga Presiden SBY, Palmer Situmorang juga telah melayangkan somasi kepada loyalis Anas Urbaningrum yang juga anggota Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Sri Mulyono karena tulisannya di laman Kompasiana berjudul "Anas: Kejarlah Daku Kau Terungkap Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Ratusan orang yang telah tergabung dalam Koalisi Antikorupsi Pertanahan menggelar aksi di depan Gedung Komis

saco-indonesia.com, Ratusan orang yang telah tergabung dalam Koalisi Antikorupsi Pertanahan menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi ini telah membuat jalur lambat di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan arah Mampang Prapatan,  Jakarta Selatan telah ditutup sementara.

Aksi yang telah terdiri dari elemen koalisi dari KPA, WALHI, KPRI, IHCS, P3I, API, ICW, YLBHI, KontraS, Elsam dan lainnya telah dilakukan sekitar pukul 10.00 pagi WIB.

Salah seorang massa aksi, Nurdin juga mengatakan, aksi ini telah dilakukan untuk menuntut lembaga pimpinan Abraham Samad itu menindak kasus dugaan korupsi di bidang pertanahan dan agraria di Indonesia.

"Kami minta KPK menindak untuk kasus korupsi di bidang pertanahan dan agraria," katanya di depan Gedung KPK, Selasa (11/2/2014).

Menurut dia, akibat perilaku korupsi yang dilakukan oleh koruptor telah menyengsarakan para petani dan masyarakat Indonesia umumnya.

Sementara itu, puluhan polisi dengan peralatan lengkap juga telah berjaga untuk dapat mengantisipasi terjadinya bentrokan. Bahkan, satu unit mobil water canon juga sudah disiagakan.

Selain menggelar aksi didepan Gedung KPK, aksi tersebut akan dilanjutkan ke Mabes Polri dan Badan Pertanahan Nasional.


Editor : Dian Sukmawati

Liburan sudah menjadi kebutuhan untuk dapat menikmati hari-hari penuh kesegaran disela-sela padatnya aktifitas rutin sehari-hari

Liburan sudah menjadi kebutuhan untuk dapat menikmati hari-hari penuh kesegaran disela-sela padatnya aktifitas rutin sehari-hari. waktu liburan adalah waktu yang tepat untuk merencanakan isata ketempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, Namun pada saat yang sama naluri kita sebagai umat muslim pasti ingin mengunjungi Baitullah di Mekkah supaya dapat secara langsung bersujud syukur di Tempat suci bagi umat muslim tersebut.

Bagi sebagian orang yang memiliki waktu banyak bukanlah suatu permasalahan, Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk yang memiliki kesibukan baik sebagai karyawan maupun pebisnis yang menyita begitu banyak waktu sehingga Anda akan menjadi bingung memilih antara melakukan ibadah umroh atau berwista ke tempat lainya. Namun Apakah ada program paket umroh plus wisata muslim ?

Tentunya ada, paket umroh plus wisata muslim kini hadir untuk anda, dimana nikmatnya Ibadah Umroh diiringi dengan wisata ala seorang muslim ke tempat-tempat eksotis diseluruh dunia dalam satu program perjalanan atau di sebut Paket Umroh Plus Wisata Muslim
Kenapa Harus Paket Umroh Plus Wisata Muslim
Ada kecendrungan bagi sebagian Muslim yang berwisata ke negara-negara non muslim akan mengalami kesulitan menemukan makanan halal ataupun tempat-tempat ibadah. Paket Umroh Plus Wisata Muslim membantu anda untuk dapat menikmati suasana panorama negara-negara yang ada di dunia tanpa harus kebingungan mencari makanan halal maupun tempat beribadah.

Travel haji dan umroh plus rahmatan Lil Alamin yang menangani perjalanan Haji dan Umrah, mengadakan paket umrah plus wisata muslim ke negara muslim dan non-muslim. Diantaranya ada umrah plus Kairo, umrah plus Dubai, umrah plus Istambul, paket umroh plus eropa dan paket umroh plus hongkong . Biaya dan service bervariatif termasuk tempat-tempat bersejarah yang akan dikunjungi.

Sumber : http://www.travelhajiumroh.web.id

Baca Artikel Lainnya : BELAJAR BAHASA ARAB SANGAT PENTING UNTUK JAMAAH HAJI DAN UMRAH

MAKKAH–Pemerintah Arab Saudi tetap menolak permohonan Indonesia untuk tidak menggunakan perluasan wilayah Mina (Mina Jadid

MAKKAH–Pemerintah Arab Saudi tetap menolak permohonan Indonesia untuk tidak menggunakan perluasan wilayah Mina (Mina Jadid) . Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa Mina Jadid tetap digunakan sebagai tempat mabit (bermalam) bagi sebagian jamaah asal Indonesia.
”Permintaan Indonesia untuk tak menggunakan Mina Jadid  ditolak oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami sendiri tak diberitahu alasan penolakan tersebut,” kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, Sabtu (5/10), dikutip dari Media Center Haji (MCH).
“Dari total 48 maktab yang disediakan untuk Indonesia, 8 maktab di antaranya berada di wilayah Mina Jadid. Artinya, 8 × 3.250 orang, itulah total jamaah asal Indonesia yang akan mabit di Mina Jadid” kata Jauhari.
Jauhari menambahkan, pada tahun ini kapasitas setiap maktab mengalami penggemukan. Hal itu mengakibatkan adanya rekonfigurasi penomoran maktab jamaah haji Indonesia di Mina. ”Jumlah maktabnya tetap 48. Namun, kapasitas setiap maktab bertambah, dari semula 2.800 orang menjadi 3.250 orang,” ujarnya.
Dengan adanya rekonfigurasi, kata dia, penomoran maktab tidak lagi berurut dari 1 sampai dengan 48 maktab. Karena penambahan kapasitas, distribusi jamaah dalam satu maktab akan ‘memakan’ jatah maktab berikutnya. ”Di Mina itu, areal maktab tak berubah bahkan sudah dipagari. Kapasitasnya pun tetap untuk 2.800 orang. Akibatnya, ada beberapa nomor maktab yang hilang,” ucapnya.
Jauhari mencontohkan, sebagian jamaah yang bermukim di maktab 1 akan tinggal di perkemahan yang sebenarnya sudah masuk ke maktab 2, demikian seterusnya.
Oleh karena itu, nanti, ada nomor maktab yang ’hilang’ karena lokasinya sudah penuh. Maktab-maktab inilah yang kemudian berubah, tidak lagi sesuai dengan hasil qur’ah (undian). ”Totalnya, terdapat 15 maktab yang berubah,

Sumber : http://saharakafila.com

Baca Artikel Lainnya : MEKAH DI KUNJUNGGI JEMAAH HAJI DARI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

Gagne wrestled professionally from the late 1940s until the 1980s and was a transitional figure between the early 20th century barnstormers and the steroidal sideshows of today

GREENWICH, Conn. — Mago is in the bedroom. You can go in.

The big man lies on a hospital bed with his bare feet scraping its bottom rail. His head is propped on a scarlet pillow, the left temple dented, the right side paralyzed. His dark hair is kept just long enough to conceal the scars.

The occasional sounds he makes are understood only by his wife, but he still has that punctuating left hand. In slow motion, the fingers curl and close. A thumbs-up greeting.

Hello, Mago.

This is Magomed Abdusalamov, 34, also known as the Russian Tyson, also known as Mago. He is a former heavyweight boxer who scored four knockouts and 14 technical knockouts in his first 18 professional fights. He preferred to stand between rounds. Sitting conveyed weakness.

But Mago lost his 19th fight, his big chance, at the packed Theater at Madison Square Garden in November 2013. His 19th decision, and his last.

Now here he is, in a small bedroom in a working-class neighborhood in Greenwich, in a modest house his family rents cheap from a devoted friend. The air-pressure machine for his mattress hums like an expectant crowd.

 

Photo
 
Mike Perez, left, and Magomed Abdusalamov during the fight in which Abdusalamov was injured. Credit Joe Camporeale/USA Today Sports, via Reuters

 

Today is like any other day, except for those days when he is hurried in crisis to the hospital. Every three hours during the night, his slight wife, Bakanay, 28, has risen to turn his 6-foot-3 body — 210 pounds of dead weight. It has to be done. Infections of the gaping bedsore above his tailbone have nearly killed him.

Then, with the help of a young caretaker, Baka has gotten two of their daughters off to elementary school and settled down the toddler. Yes, Mago and Baka are blessed with all girls, but they had also hoped for a son someday.

They feed Mago as they clean him; it’s easier that way. For breakfast, which comes with a side of crushed antiseizure pills, he likes oatmeal with a squirt of Hershey’s chocolate syrup. But even oatmeal must be puréed and fed to him by spoon.

He opens his mouth to indicate more, the way a baby does. But his paralysis has made everything a choking hazard. His water needs a stirring of powdered food thickener, and still he chokes — eh-eh-eh — as he tries to cough up what will not go down.

Advertisement

Mago used to drink only water. No alcohol. Not even soda. A sip of juice would be as far as he dared. Now even water betrays him.

With the caretaker’s help, Baka uses a washcloth and soap to clean his body and shampoo his hair. How handsome still, she has thought. Sometimes, in the night, she leaves the bedroom to watch old videos, just to hear again his voice in the fullness of life. She cries, wipes her eyes and returns, feigning happiness. Mago must never see her sad.

 

Photo
 
 Abdusalamov's hand being massaged. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

When Baka finishes, Mago is cleanshaven and fresh down to his trimmed and filed toenails. “I want him to look good,” she says.

Theirs was an arranged Muslim marriage in Makhachkala, in the Russian republic of Dagestan. He was 23, she was 18 and their future hinged on boxing. Sometimes they would shadowbox in love, her David to his Goliath. You are so strong, he would tell her.

His father once told him he could either be a bandit or an athlete, but if he chose banditry, “I will kill you.” This paternal advice, Mago later told The Ventura County Reporter, “made it a very easy decision for me.”

Mago won against mediocre competition, in Moscow and Hollywood, Fla., in Las Vegas and Johnstown, Pa. He was knocked down only once, and even then, it surprised more than hurt. He scored a technical knockout in the next round.

It all led up to this: the undercard at the Garden, Mike Perez vs. Magomed Abdusalamov, 10 rounds, on HBO. A win, he believed, would improve his chances of taking on the heavyweight champion Wladimir Klitschko, who sat in the crowd of 4,600 with his fiancée, the actress Hayden Panettiere, watching.

Wearing black-and-red trunks and a green mouth guard, Mago went to work. But in the first round, a hard forearm to his left cheek rocked him. At the bell, he returned to his corner, and this time, he sat down. “I think it’s broken,” he repeatedly said in Russian.

 

Photo
 
Bakanay Abdusalamova, Abdusalamov's wife, and her injured husband and a masseur in the background. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

Maybe at that point, somebody — the referee, the ringside doctors, his handlers — should have stopped the fight, under a guiding principle: better one punch too early than one punch too late. But the bloody trade of blows continued into the seventh, eighth, ninth, a hand and orbital bone broken, his face transforming.

Meanwhile, in the family’s apartment in Miami, Baka forced herself to watch the broadcast. She could see it in his swollen eyes. Something was off.

After the final round, Perez raised his tattooed arms in victory, and Mago wandered off in a fog. He had taken 312 punches in about 40 minutes, for a purse of $40,000.

 

 

In the locker room, doctors sutured a cut above Mago’s left eye and tested his cognitive abilities. He did not do well. The ambulance that waits in expectation at every fight was not summoned by boxing officials.

Blood was pooling in Mago’s cranial cavity as he left the Garden. He vomited on the pavement while his handlers flagged a taxi to St. Luke’s-Roosevelt Hospital. There, doctors induced a coma and removed part of his skull to drain fluids and ease the swelling.

Then came the stroke.

 

Photo
 
A championship belt belonging to Abdusalamov and a card from one of his daughters. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

It is lunchtime now, and the aroma of puréed beef and potatoes lingers. So do the questions.

How will Mago and Baka pay the $2 million in medical bills they owe? What if their friend can no longer offer them this home? Will they win their lawsuits against the five ringside doctors, the referee, and a New York State boxing inspector? What about Mago’s future care?

Most of all: Is this it?

A napkin rests on Mago’s chest. As another spoonful of mush approaches, he opens his mouth, half-swallows, chokes, and coughs until it clears. Eh-eh-eh. Sometimes he turns bluish, but Baka never shows fear. Always happy for Mago.

Some days he is wheeled out for physical therapy or speech therapy. Today, two massage therapists come to knead his half-limp body like a pair of skilled corner men.

Soon, Mago will doze. Then his three daughters, ages 2, 6 and 9, will descend upon him to talk of their day. Not long ago, the oldest lugged his championship belt to school for a proud show-and-tell moment. Her classmates were amazed at the weight of it.

Then, tonight, there will be more puréed food and pulverized medication, more coughing, and more tender care from his wife, before sleep comes.

Goodbye, Mago.

He half-smiles, raises his one good hand, and forms a fist.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

WASHINGTON — The former deputy director of the C.I.A. asserts in a forthcoming book that Republicans, in their eagerness to politicize the killing of the American ambassador to Libya, repeatedly distorted the agency’s analysis of events. But he also argues that the C.I.A. should get out of the business of providing “talking points” for administration officials in national security events that quickly become partisan, as happened after the Benghazi attack in 2012.

The official, Michael J. Morell, dismisses the allegation that the United States military and C.I.A. officers “were ordered to stand down and not come to the rescue of their comrades,” and he says there is “no evidence” to support the charge that “there was a conspiracy between C.I.A. and the White House to spin the Benghazi story in a way that would protect the political interests of the president and Secretary Clinton,” referring to the secretary of state at the time, Hillary Rodham Clinton.

But he also concludes that the White House itself embellished some of the talking points provided by the Central Intelligence Agency and had blocked him from sending an internal study of agency conclusions to Congress.

Photo
 
Michael J. Morell Credit Mark Wilson/Getty Images

“I finally did so without asking,” just before leaving government, he writes, and after the White House released internal emails to a committee investigating the State Department’s handling of the issue.

A lengthy congressional investigation remains underway, one that many Republicans hope to use against Mrs. Clinton in the 2016 election cycle.

In parts of the book, “The Great War of Our Time” (Twelve), Mr. Morell praises his C.I.A. colleagues for many successes in stopping terrorist attacks, but he is surprisingly critical of other C.I.A. failings — and those of the National Security Agency.

Soon after Mr. Morell retired in 2013 after 33 years in the agency, President Obama appointed him to a commission reviewing the actions of the National Security Agency after the disclosures of Edward J. Snowden, a former intelligence contractor who released classified documents about the government’s eavesdropping abilities. Mr. Morell writes that he was surprised by what he found.

Advertisement

“You would have thought that of all the government entities on the planet, the one least vulnerable to such grand theft would have been the N.S.A.,” he writes. “But it turned out that the N.S.A. had left itself vulnerable.”

He concludes that most Wall Street firms had better cybersecurity than the N.S.A. had when Mr. Snowden swept information from its systems in 2013. While he said he found himself “chagrined by how well the N.S.A. was doing” compared with the C.I.A. in stepping up its collection of data on intelligence targets, he also sensed that the N.S.A., which specializes in electronic spying, was operating without considering the implications of its methods.

“The N.S.A. had largely been collecting information because it could, not necessarily in all cases because it should,” he says.

The book is to be released next week.

Mr. Morell was a career analyst who rose through the ranks of the agency, and he ended up in the No. 2 post. He served as President George W. Bush’s personal intelligence briefer in the first months of his presidency — in those days, he could often be spotted at the Starbucks in Waco, Tex., catching up on his reading — and was with him in the schoolhouse in Florida on the morning of Sept. 11, 2001, when the Bush presidency changed in an instant.

Mr. Morell twice took over as acting C.I.A. director, first when Leon E. Panetta was appointed secretary of defense and then when retired Gen. David H. Petraeus resigned over an extramarital affair with his biographer, a relationship that included his handing her classified notes of his time as America’s best-known military commander.

Mr. Morell says he first learned of the affair from Mr. Petraeus only the night before he resigned, and just as the Benghazi events were turning into a political firestorm. While praising Mr. Petraeus, who had told his deputy “I am very lucky” to run the C.I.A., Mr. Morell writes that “the organization did not feel the same way about him.” The former general “created the impression through the tone of his voice and his body language that he did not want people to disagree with him (which was not true in my own interaction with him),” he says.

But it is his account of the Benghazi attacks — and how the C.I.A. was drawn into the debate over whether the Obama White House deliberately distorted its account of the death of Ambassador J. Christopher Stevens — that is bound to attract attention, at least partly because of its relevance to the coming presidential election. The initial assessments that the C.I.A. gave to the White House said demonstrations had preceded the attack. By the time analysts reversed their opinion, Susan E. Rice, now the national security adviser, had made a series of statements on Sunday talk shows describing the initial assessment. The controversy and other comments Ms. Rice made derailed Mr. Obama’s plan to appoint her as secretary of state.

The experience prompted Mr. Morell to write that the C.I.A. should stay out of the business of preparing talking points — especially on issues that are being seized upon for “political purposes.” He is critical of the State Department for not beefing up security in Libya for its diplomats, as the C.I.A., he said, did for its employees.

But he concludes that the assault in which the ambassador was killed took place “with little or no advance planning” and “was not well organized.” He says the attackers “did not appear to be looking for Americans to harm. They appeared intent on looting and conducting some vandalism,” setting fires that killed Mr. Stevens and a security official, Sean Smith.

Mr. Morell paints a picture of an agency that was struggling, largely unsuccessfully, to understand dynamics in the Middle East and North Africa when the Arab Spring broke out in late 2011 in Tunisia. The agency’s analysts failed to see the forces of revolution coming — and then failed again, he writes, when they told Mr. Obama that the uprisings would undercut Al Qaeda by showing there was a democratic pathway to change.

“There is no good explanation for our not being able to see the pressures growing to dangerous levels across the region,” he writes. The agency had again relied too heavily “on a handful of strong leaders in the countries of concern to help us understand what was going on in the Arab street,” he says, and those leaders themselves were clueless.

Moreover, an agency that has always overvalued secretly gathered intelligence and undervalued “open source” material “was not doing enough to mine the wealth of information available through social media,” he writes. “We thought and told policy makers that this outburst of popular revolt would damage Al Qaeda by undermining the group’s narrative,” he writes.

Instead, weak governments in Egypt, and the absence of governance from Libya to Yemen, were “a boon to Islamic extremists across both the Middle East and North Africa.”

Mr. Morell is gentle about most of the politicians he dealt with — he expresses admiration for both Mr. Bush and Mr. Obama, though he accuses former Vice President Dick Cheney of deliberately implying a connection between Al Qaeda and Iraq that the C.I.A. had concluded probably did not exist. But when it comes to the events leading up to the Bush administration’s decision to go to war in Iraq, he is critical of his own agency.

Mr. Morell concludes that the Bush White House did not have to twist intelligence on Saddam Hussein’s alleged effort to rekindle the country’s work on weapons of mass destruction.

“The view that hard-liners in the Bush administration forced the intelligence community into its position on W.M.D. is just flat wrong,” he writes. “No one pushed. The analysts were already there and they had been there for years, long before Bush came to office.”

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.