Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Braga Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Braga Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Braga Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sumur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sumur Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sumur Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Isola Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Isola Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Isola Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Geger Kalong Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Geger Kalong Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Geger Kalong Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukarasa Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukarasa Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukarasa Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sarijadi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sarijadi Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sarijadi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukawarna Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukawarna Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukawarna Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukagalih Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukagalih Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukagalih Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukabungah Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukabungah Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Sukabungah Bandung

Ada 5 elemen penting yang juga harus diperhatikan dalam menentukan kesuksesan suatu pengecatan yaitu : 1. Pilihlah cat yang b

Ada 5 elemen penting yang juga harus diperhatikan dalam menentukan kesuksesan suatu pengecatan yaitu :

1. Pilihlah cat yang berkualitas
Dengan menggunakan cat yang bermutu, akan dapat mempermudah Anda dalam pengerjaannya, memberikan daya tutup yang lebih baik, dan telah memiliki daya tahan yang lebih lama. Karakter penting lainnya yang menentukan kualitas suatu cat adalah : daya rekat, daya sebar, scrub resistance (daya tahan terhadap gosokan ), burnish resistance ( daya tahan dari terbakar ), serta mudah dibersihkan dari noda. Cat yang berkualitas adalah yang menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan, tidak menggunakan tambahan merkuri dan timah hitam yang mempunyai dampak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

2. Gunakan peralatan pengecatan yang baik
Peralatan yang baik akan dapat membuat persiapan permukaan dan proses pengaplikasian cat lebih mudah dan aman. Kuas dan rol yang bermutu akan dapat menghasilkan permukaan yang lebih halus, dan tidak meninggalkan bristles ( gelembung -gelembung kecil ), sehingga dapat mempercepat waktu pengerjaan. Peralatan lain yang penting adalah tangga yang kokoh dengan pegangan tangan untuk keamanan Anda.

3. Persiapkan permukaan yang akan dicat dengan benar
Cat juga merupakan suatu lapisan yang sangat tipis. Oleh karena itu keberhasilan suatu pengecatan sangat ditentukan oleh persiapan permukaan yang benar. Perbaikilah kondisi tembok seperti retak - retak atau berlubang, sebelum Anda mengecat. Juga kondisi kelembaban serta kebersihan tembok harus Anda perhatikan.

4. Tutupi ruangan atau permukaan yang  tidak ingin dicat
      Anda akan dapat mengerjakan proses pengecatan dengan lebih cepat, tanpa harus kuatir akan noda/bercak -bercak cat, dimeja, kursi, gagang pintu dan barang-barang lainnya. Juga akan mempercepat dan memper-mudah proses pembersihan setelah mengecat.

5. Lakukan pengecatan pada kondisi cuaca yang baik
Untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. ikuti selalu petunjuk yang direkomendasikan oleh produsen cat mengenai suhu maksimum dan minimum, serta tingkat kelembaban udara yang disarankan.Untuk pengecatan dianjurkan dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak di musim huian .

 

Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita.

Saco-Indonesia.com,- Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita. Menurut statistic, tingkat insidennya menempati kanker di seluruh tubuh 7-10%, merupakan urutan kedua setelah kanker rahim. Insidennya sering dikaitkan dengan genetic dan usia diantara 40-60 tahun. Wanita yang sebelum dan setelah menopause memiliki prevalensi lebih tinggi.

Gejala Kanker Payudara

  Gejala Stadium Awal Kanker Payudara

  Secara umum tidak ada rasa sakit yang signifikan, kadang-kadang terasa nyeri atau sakit menusuk. Beberapa pasien kanker payudara stadium awal meskipun di bagian payudara jika diraba tidak menemukan benjolan yang jelas, tetapi sering timbul rasa tidak nyaman pada daerah tersebut.

  1.Payudara berubah bentuk : terlihat benjolan pada kulit, pada daerah tertentu kulitnya terlihat seperti kulit jeruk, bahkan edema, berubah warna, eksim, dan lain-lain.

  2.Tidak terasa sakit pada ipsilateral payudara, hanya tumbuh benjolan kecil, kebanyakan terletak di payudara kuadran luar atas.

  3.Retraksi pada bagian tengah puting susu. Kulit payudara sedikit mencekung (dari segi kedokteran dinamakan “penyakit lesung pipit”), erosi dan asimetris puting atau terjadi penebalan dan kekasaran pada kulit payudara, pori-pori membesar (dari segi kedokteran dinamakan “penyakit kulit jeruk”).

  4.Kelenjar getah bening aksila ipsilateral membesar dan keras. Pada stadium lanjut, teraba di supraklavikula ipsilateral aksila.

  5.Sebagian kecil mengalami keluarnya cairan berdarah , cairan seperti air.

  Gejala Stadium Awal Kanker Payudara Pada Wanita

  Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang rentan diidap oleh kaum wanita. Tingkat insiden kanker payudara semakin hari semakin muda. Kanker payudara pada stadium awal sangat tinggi angka kesembuhannya jika melakukan pendeteksian dan pengobatan dini.

  Kanker payudara pada stadium awal, jika diraba, umumnya tidak menemukan adanya benjolan yang jelas pada payudara. Namun sering merasakan ketidaknyamanan pada daerah tersebut. Terutama bagi kaum wanita pasca menopause, ketika merasakan nyeri ringan pada bagian sisi payudara atau bahu terasa berat dan pegal bahkan rasa tidaknyaman menyebar ke sisi lengan atas, kemungkinan besar merupakan tanda-tanda kanker payudara stadium awal.

  Gejala Stadium Akhir Kanker Payudara Pada Pria

  Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita, sekitar 1-2% pasien kanker payudara adalah kaum pria. Meskipun jarang kaum pria yang mengidap kanker payudara, namun tetap harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya kanker payudara.

  1.Benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Ini merupakan gejala pertama yang seringkali ditemukan oleh kaum pria. Benjolan umumnya terletak di bawah areola, tepatnya di pusat jaringan kelenjar payudara pria, pertumbuhan tumor relatif cepat, batas tumornya juga tidak jelas.

  2.Perubahan kulit pada bagian dada. Ada gejala adhesi di otot dada atau kulit pasien kanker payudara laki-laki.

  3.Kelainan pada puting susu. 20% pasien pria mengalami puting susunya masuk ke dalam dan keropeng.

  4.Nipple discharge. Nipple discharge lebih mungkin dialami oleh pasien kanker payudara laki-laki, namun tidak diperhatikan.

  5.Kelenjar getah bening. Banyak pasien kanker payudara laki-laki waktu diagnosa pertama kali dapat mendeteksi keberadaan kelenjar getah bening aksila.

  Ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou mengingatkan, baik pria maupun wanita deteksi dini kelainan pada payudara dapat membantu menghindari terjadinya kanker payudara. Pendeteksian dan pengobatan dini tingkat efektifitasnya tinggi dan memperpanjang masa hidup.

Sumber:http://www.asiancancer.com/indonesian/cancer-symptoms/breast-cancer- symptoms/

Editor:Liwon Maulana

saco-indonesia.com, Usai bisa menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 2-2, Persegres bakal akan berjumpa PSM Maka

saco-indonesia.com, Usai bisa menahan imbang tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 2-2, Persegres bakal akan berjumpa PSM Makassar, Rabu (18/12) di Stadion Surajaya, Lamongan. Meski telah mengaku buta dengan kekuatan Juku Eja, pelatih Agus Yuwono siap untuk memberikan kejutan bagi saudaranya dari Indonesia Timur itu.

Agus juga mengaku tak memiliki banyak data yang telah menggambarkan peta kekuatan calon lawannya asal Makassar tersebut. Tak heran bila Agus buta dengan kekuatan tim pujaan The Maczman itu. Saat ini, Agus ingin mencoba mengumpulkan segala bentuk informasi, serta menganalisis kekuatan PSM.

"Sampai sekarang saya buta kekuatan mereka. Tapi bagaimanapun PSM adalah salah satu tim yang besar dan juga sudah memiliki nama di sepakbola Tanah Air," ucap pelatih asal Malang ini.

Musim ini, PSM Makassar telah diperkuat pemain berpengalaman, seperti Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin, Roman Chamelo dan striker Jepang, Kenji Adachihara. Tim ini telah dilatih oleh arsitek asal Jerman, Jorg Peter Steinebrunner. Steinebrunner telah tercatat pernah menangani Deltras Sidoarjo. Namun ia telah dipecat di tengah jalan karena merosotnya prestasi The Lobster.

Menghadapi PSM yang dikenal telah memiliki karakter keras, Agus coba menyiapkan strategi berbeda dibanding waktu menahan imbang tuan rumah Persela. Kendati demikian di turnamen ini Agus tidak memforsir kemenangan. Apalagi Persegres juga masih dalam proses pembentukan tim.

"Yang penting bagaimana anak-anak bermain dengan organisasi permainan yang baik. Meski kondisi mereka belum maksimal," harap eks pelatih Persik Kediri dan Persidafon Dafonsoro ini.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla telah berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno di Blitar,

saco-indonesia.com, Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla telah berziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu (12/2) kemarin. Selain berdoa, ketua umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga telah menabur bunga di atas makam.

Dalam sejumlah foto yang telah dikirimkan oleh tim Jusuf Kalla kepada merdeka.com, Kamis (13/2) terlihat JK tengah memanjatkan doa dan menabur bunga. JK juga tampak melihat-lihat koleksi foto Bung Karno yang dipajang di kompleks pemakaman.

Kedatangan JK ke Kediri dalam rangka untuk memimpin Apel Siaga PMI di Gedung Teater dan Museum Wisata Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Apel itu telah digelar sebagai tindakan antisipasi meletusnya Gunung Kelud.

Selain telah memberikan wejangan kepada para anggota PMI, dalam apel itu JK juga sempat mengecek alat kelengkapan yang telah dimiliki oleh PMI.\


Editor : Dian Sukmawati

Belasan jurnalis asing dari berbagai negara seperti Korea, India, China dan Jepang mendapat kesempatan wawancara dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Saco-Indonesia.com - Belasan jurnalis asing dari berbagai negara seperti Korea, India, China dan Jepang mendapat kesempatan wawancara dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, poin dari pertanyaan mereka mengarah kepada keputusannya dalam Pemilu 2014, maju capres atau tidak.

"Sama jawabannya sama, saya jawab I dont think about that jawabannya itu saja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/3).

Jokowi mengatakan, selain soal pencapresan, para jurnalis asing tersebut juga ingin mengetahui soal Jakarta, mulai dari banjir hingga kesiapan pemilu.

"Jurnalis internasional, ke sini tanya-tanya. Tanya mengenai Jakarta, mengenai pemilu, mengenai kartu jakarta sehat, mengenai banjir, macem-macem," jelasnya.

 

Sumber : Merdeka.com

Editor : Maulana Lee

saco-indonesia.com, Jok Mobil merupakan salah satu elemen yang sangat penting, karena kenyamanan jok mobil juga dapat membuat ki

saco-indonesia.com, Jok Mobil merupakan salah satu elemen yang sangat penting, karena kenyamanan jok mobil juga dapat membuat kita nyaman juga saat berkendara. Tetapi jok mobil juga sering terkena tumpahan cairan seperti air susu ata minuman lainnya. Padahal  air susu ata minuman (kecuali air putih) yang telah merembes ke dalam jok juga dapat menyebabkan tidak sedap pada mobil.
Selain bau tak sedap juga dapat menyebabkan timbulnya jamur yang juga dapat mengundang perhatian hewan - hewan yang sangat menjijikkan masuk ke dalam mobil dan noda juga dapat membuat jok berwarna kusam. Untuk dapat mencegahnya, ada tips – tips tertentu yang dapat kita dilakukan.
Untuk dapat menghilangkan atau membersihkan cairan tersebut, kita juga dapat menggunakan beberapa alat seperti serbet, kain bersih, sprayer, sikat besar, sikat gigi, air sabun deterjen dan penyedot debu.
Jika Jok anda menggunakan jok kain, maka yang perlu diperhatikan adalah bahwa jok kain lebih dapat cepat menyerap air atau merembes, sehingga kita harus cepat menanganinya. Sedangkan untuk jok yang jenis kulit lebih mudah untuk ditangani, karena sifat kulit yang lambat untuk dapat menyerap air.
      Berikut ini ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk dapat membersihkan jok kita dari air susu atau cairan lainnya :
1. Bersihkan jok yang terkena cairan dengan menggunakan mesin penyedot debu.
2. Oleskan atau Seprotkan deterjen pada jok mobil yang terkena cairan hingga merata.
3. Setelah diberi deterjen, kemudian sikat dengan sikat yang halus jok mobil hingga noda pada jok hilang.
4. Keringkan bagian yang basah tadi dengan menggunakan penyedot debu.
5. Agar bau pada mobil hilang, semprotkan pengharum mobil yang sesuai kesukaan anda.
6. Agar tidak terulang kembali, maka kita juga dapat menggunakan penutup jok, sehingga jok dapat terlindungi dari cairan.
Demikian Tips Membersihkan Noda pada Jok Mobil, semoga artikel diatas dapat bermanfaat


Editor : Dian Sukmawati

Kalau sudah lari pagi tetapi berat badan Anda tidak turun, nah itu pasti ada yang salah dengan cara berlari Anda. Padahal, lari pagi sebenarnya adalah latihan kardio yang paling mudah, murah dan menghasilkan. Tanpa usaha yang terlalu berlebihan, dalam seminggu saja sudah ada perubahan bentuk tubuh dan jarum timbangan Anda bergeser ke kiri. And now, let's get moving! Inilah lari pagi yang benar dan efektif menurunkan berat badan.

Kalau sudah lari pagi tetapi berat badan Anda tidak turun, nah itu pasti ada yang salah dengan cara berlari Anda.

Padahal, lari pagi sebenarnya adalah latihan kardio yang paling mudah, murah dan menghasilkan. Tanpa usaha yang terlalu berlebihan, dalam seminggu saja sudah ada perubahan bentuk tubuh dan jarum timbangan Anda bergeser ke kiri.

And now, let's get moving! Inilah lari pagi yang benar dan efektif menurunkan berat badan.

Pakai sepatu lari

Kesalahan yang pertama sering dilakukan adalah tidak memakai sepatu yang benar. Alhasil, kaki jadi terasa berat, cedera, atau menapak kurang tepat.

Sepatu lari memang khusus diciptakan untuk berlari. Sehingga saat gerakan Anda menapak, Anda akan ditopang dengan sponge yang elastis dan mencegah cedera kaki. Selain itu, umumnya sol sepatunya fleksibel, tidak keras dan tidak melukai kaki Anda.

Pilih outfit

Anda juga harus mempertimbangkan outfit mana yang akan Anda kenakan untuk jogging. Yang paling nyaman adalah yang dapat menyerap keringat dengan baik dan cepat. Sehingga jangan pilih yang membuat Anda justru kepanasan dan menjadi trauma untuk berlatih lagi.

Berikan outfit yang nyaman untuk tubuh, sehingga keesokan harinya tubuh tidak malas untuk dipaksa berlari lagi.

Menapakkan kaki

Posisi saat berlari yang ringan dan membuat Anda tidak mudah lelah adalah setengah berjinjit. Jadi di sini bukan seluruh telapak kaki Anda yang menyentuh tanah, tetapi ujung kaki saja. Dengan begini berlari akan lebih ringan dan Anda tak mudah lelah.

Mengatur nafas

Atur nafas itu penting untuk membuat Anda tidak cepat lelah. Buat hitungan 1-8, dan dalam hitungan 1-3 tarik nafas, hitungan ke 4 hembuskan. Berlanjut dengan hitungan ke 5-7 tarik nafas, dan 8 dihembuskan.

Baiknya menarik nafas dan menghembuskannya lewat hidung. Kunci mulut rapat-rapat sehingga Anda bisa merasakan keluar masuknya udara lewat hidung. Cara ini akan membantu Anda tidak mudah lelah, serta bisa melatih pernafasan dan jantung Anda.

45 menit!

Lari pagi itu jangan hanya 10-15 menit saja. Untuk melakukan pembakaran yang lebih efektif, maka Anda harus lari konstan selama 45 menit. Dengan demikian, pembakaran pada tubuh akan efektif.

Bagian yang terbakar adalah bagian yang paling mudah gemuk. Jadi, periksa kembali apakah tubuh Anda menyusut setelah 3-4 kali latihan jogging.

Merilekskan kaki

Setelah berlari, jangan langsung duduk atau bersila. Tetapi, bawa kaki Anda berjalan setidaknya 5-10 menit. Isi kembali tenaga Anda dengan 2 gelas air putih. Kemudian mandi di air hangat agar otot-otot tetap rileks dan tidak kaget.

Nah, sekarang Anda boleh beraktivitas seperti biasanya dan nikmati pembakaran lemak super murah ini 3-4 hari dalam seminggu agar berat badan lekas turun

Tarik ulur keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat pemerintah melewatkan waktu yang tepat untuk men

Tarik ulur keputusan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat pemerintah melewatkan waktu yang tepat untuk mengumumkan keputusan tersebut di Maret dan April. Pasalnya inflasi di kedua bulan tersebut termasuk rendah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, jika realisasi kenaikan harga BBM terjadi di Maret dan April, dampak terhadap inflasi diperkirakan paling kecil.

"Sebenarnya paling bagus di Maret atau April pengumuman kenaikan harga BBM, karena inflasi rendah. Seperti di bulan ini deflasi 0,10%," terangnya seusai paparan inflasi bulanan di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Selain kedua bulan tersebut, BPS juga menganggap kenaikan harga BBM pada Mei merupakan salah satu waktu yang tepat bagi pemerintah mengambil kebijakan tersebut. Sebab laju inflasi diperkirakan masih bakal rendah. "Bulan Mei bisa saja harga BBM naik kalau disetujui DPR," ucapnya.

Namun dengan adanya proses pembahasan dana kompensasi sebagai syarat menaikkan harga BBM, pemerintah dimbau untuk menunggu keputusan kenaikan harga BBM subsidi setelah lebaran atau pada Agustus mendatang. Alasannya, pada Juni ini masyarakat sudah sibuk mempersiapkan kedatangan Bulan Puasa yang biasanya harga pangan atau kebutuhan pokok cenderung meningkat.

"Setelah lebaran itu bercampur dengan suasana Tahun Baru, suasana Ramadhan, dan suasana Lebaran. Kalau naik di situ (setelah lebaran) mudah-mudahan inflasi tidak besar," pungkas Sasmito

saco-indonesia.com, indikator Asam Basa Telah disebutkan bahwa asam telah mempunyai rasa asam, sedangkan basa telah mempun

saco-indonesia.com,

indikator Asam Basa

Telah disebutkan bahwa asam telah mempunyai rasa asam, sedangkan basa telah mempunyai rasa pahit. Namun begitu, tidak dianjurkan untuk dapat mengenali asam dan basa dengan, cara mencicipinya, sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifat racun. Asam dan basa juga dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang telah meniberi warna berbeda dahlia) lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).

Dalam laboratorium kimia, indikator asam-basa yang biasa di gunakan adalah indikator buatan dan indikator alami, Berikut ini penjelasan tentang indikator asam-basa buatan dan indikator asam-basa alami.
Derajat keasaman (pH)

Indikator Tingkat Keasaman Suatu zat asam yang di masukkan ke dalam air akan dapat mengakibatkan bertambahnya ion hidrogen (H+) dalam air dan berkurangnya ion hidroksida (OH- ). Sedangkan pada basa, akan dapat terjadi sebaliknya. Zat basa yang dimasukkan ke dalam air akan dapat mengakibatkan bertambahnya ion hidroksida (OH- ) dan berkurangnya ion hidrogen (H+).

Jumlah ion H+ dan OH- di dalam air dapat di gunakan untuk dapat menentukan derajat keasaman atau kebasaan suatu zat. Semakin asam suatu zat, semakin banyak ion H+ dan semakin sedikit jumlah ion OH- di dalam air. Sebaliknya semakin basa suatu zat, semakin sedikit jumlah ion H+ dan semakin banyak ion OH- di dalam air.
Proses netralisasi

Apabila suatu larutan asam dengan larutan basa akan dicampurkan dalam suatu bejana, maka ion H+ (dari asam) akan bereaksi dengan ion OH- (dari 311 basa) membentuk air. Reaksi antara ion H+ dengan OH- tersebut juga dapat di tuliskan sebagai berikut. H+ + OH- air

ini karena selain air, basil reaksi antara asam dan basa adalah suatu zat yang bersifat netral, yaitu zat yang tidak bersifat asam maupun basa. Zat netral yang di maksudkan di sini adalah garam. Mengingat reaksi netralisasi juga dapat menghasilkan garam, maka reaksi ini juga di kenal dengan istilah reaksi penggaraman. Secara sederhana, reaksi netralisasi atau reaksi penggaraman juga dapat di tuliskan sebagai berikut.

Contoh sederhana dari reaksi penggaraman adalah reaksi antara asam klorida (HC1) dengan natrium hidroksida (NaOH), yang akan dapat membentuk natrium klorida NaCl (garam dapur) dan air. Pada dasarnya, reaksi penggaraman (netralisasi) juga sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Reaksi netralisasi tidak hanya terbatas pada pembentukkan garam dan air. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai prinsip atau reaksi netralisasi, termasuk dalam bidang kesehatan dan pertanian. Perhatikan contoh berikut ini : gas-gas sisa, baik yang berasal dari kendaraan bermotor atau pabrik, mengandung gas belerang dioksida dan nitrogen oksida.

Gas-gas ini akan dilepas ke udara sehingga menimbulkan polusi. Gas-gas tersebut juga akan larut dalam titik-titik air di awan sehingga membentuk larutan asam sulfat dan asam nitrat. Ketika terjadi hujan, larutan-larutan ini akan bercampur dan turun bersama hujan. Inilah yang dinamakan dengan hujan asam.

Hujan asam sangat merugikan manusia dan lingkungan. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam:

    Hujan asam dapat menyebabkan matinya tumbuhan dan ikan. Asam yang telah terdapat dalam air hujan juga dapat bereaksi dengan mineral dalam tanah. Tumbuhan akan menjadi kekurangan mineral sehingga mati atau tidak tumbuh dengan baik. Hujan asam juga dapat melarutkan aluminium dari mineral dalam tanah dan bebatuan, kemudian menghanyutkannya ke sungai sehingga dapat meracuni ikan dan mahluk air lainnya.
    Hujan asam yang bereaksi dengan logam juga dapat merusak jembatan, mobil, kapal laut, dan rangka bangunan. Hujan asam juga dapat merusak bangunan (gedung/ rumah) yang terbuat dari batu kapur.


Editor : Dian Sukmawati

Public perceptions of race relations in America have grown substantially more negative in the aftermath of the death of a young black man who was injured while in police custody in Baltimore and the subsequent unrest, far eclipsing the sentiment recorded in the wake of turmoil in Ferguson, Mo., last summer.

Americans are also increasingly likely to say that the police are more apt to use deadly force against a black person, the latest New York Times/CBS News poll finds.

The poll findings highlight the challenges for local leaders and police officials in trying to maintain order while sustaining faith in the criminal justice system in a racially polarized nation.

Sixty-one percent of Americans now say race relations in this country are generally bad. That figure is up sharply from 44 percent after the fatal police shooting of Michael Brown and the unrest that followed in Ferguson in August, and 43 percent in December. In a CBS News poll just two months ago, 38 percent said race relations were generally bad. Current views are by far the worst of Barack Obama’s presidency.

The negative sentiment is echoed by broad majorities of blacks and whites alike, a stark change from earlier this year, when 58 percent of blacks thought race relations were bad, but just 35 percent of whites agreed. In August, 48 percent of blacks and 41 percent of whites said they felt that way.

Looking ahead, 44 percent of Americans think race relations are worsening, up from 36 percent in December. Forty-one percent of blacks and 46 percent of whites think so. Pessimism among whites has increased 10 points since December.

Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are generally good or generally bad?
60
40
20
0
White
Black
May '14
May '15
Generally bad
Continue reading the main story
Do you think race relations in the United States are getting better, getting worse or staying about the same?
Getting worse
Staying the same
Getting better
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37
17
46
36
16
41
42
15

The poll finds that profound racial divisions in views of how the police use deadly force remain. Blacks are more than twice as likely to say police in most communities are more apt to use deadly force against a black person — 79 percent of blacks say so compared with 37 percent of whites. A slim majority of whites say race is not a factor in a police officer’s decision to use deadly force.

Overall, 44 percent of Americans say deadly force is more likely to be used against a black person, up from 37 percent in August and 40 percent in December.

Blacks also remain far more likely than whites to say they feel mostly anxious about the police in their community. Forty-two percent say so, while 51 percent feel mostly safe. Among whites, 8 in 10 feel mostly safe.

One proposal to address the matter — having on-duty police officers wear body cameras — receives overwhelming support. More than 9 in 10 whites and blacks alike favor it.

Continue reading the main story
How would you describe your feelings about the police in your community? Would you say they make you feel mostly safe or mostly anxious?
Mostly safe
Mostly anxious
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
75%
21
3
81
16
3
51
42
7
Continue reading the main story
In general, do you think the police in most communities are more likely to use deadly force against a black person, or more likely to use it against a white person, or don’t you think race affects police use of deadly force?
Police more likely to use deadly force against a black person
Police more likely to use deadly force against a white person
Race DOES NOT affect police use of deadly force
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
44%
37%
79%
2%
2%
1%
46%
53%
16%
9%
8%
4%
Continue reading the main story
Do you favor or oppose on-duty police officers wearing video cameras that would record events and actions as they occur?
Favor
Oppose
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
92%
93%
93%
6%
5%
5%
2%
2%
2%

Asked specifically about the situation in Baltimore, most Americans expressed at least some confidence that the investigation by local authorities would be conducted fairly. But while nearly two-thirds of whites think so, fewer than half of blacks agree. Still, more blacks are confident now than were in August regarding the investigation in Ferguson. On Friday, six members of the police force involved in the arrest of Mr. Gray were charged with serious offenses, including manslaughter. The poll was conducted Thursday through Sunday; results from before charges were announced are similar to those from after.

Reaction to the recent turmoil in Baltimore, however, is similar among blacks and whites. Most Americans, 61 percent, say the unrest after Mr. Gray’s death was not justified. That includes 64 percent of whites and 57 percent of blacks.

Continue reading the main story
As you may know, a Baltimore man, Freddie Gray, recently died after being in the custody of the Baltimore police. How much confidence do you have that the investigation by local authorities into this matter will be conducted fairly?
A lot
Some
Not much
None at all
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
29%
31
22
14
5
31
33
20
11
5
20
26
30
22
In general, do you think the unrest in Baltimore after the death of Freddie Gray was justified, or do you think the unrest was not justified?
Justified
Not justified
Don't know/No answer
All adults
Whites
Blacks
28%
61
11
26
64
11
37
57
6

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Photo
 
United’s first-class and business fliers get Rhapsody, its high-minded in-flight magazine, seen here at its office in Brooklyn. Credit Sam Hodgson for The New York Times

Last summer at a writers’ workshop in Oregon, the novelists Anthony Doerr, Karen Russell and Elissa Schappell were chatting over cocktails when they realized they had all published work in the same magazine. It wasn’t one of the usual literary outlets, like Tin House, The Paris Review or The New Yorker. It was Rhapsody, an in-flight magazine for United Airlines.

It seemed like a weird coincidence. Then again, considering Rhapsody’s growing roster of A-list fiction writers, maybe not. Since its first issue hit plane cabins a year and a half ago, Rhapsody has published original works by literary stars like Joyce Carol Oates, Rick Moody, Amy Bloom, Emma Straub and Mr. Doerr, who won the Pulitzer Prize for fiction two weeks ago.

As airlines try to distinguish their high-end service with luxuries like private sleeping chambers, showers, butler service and meals from five-star chefs, United Airlines is offering a loftier, more cerebral amenity to its first-class and business-class passengers: elegant prose by prominent novelists. There are no airport maps or disheartening lists of in-flight meal and entertainment options in Rhapsody. Instead, the magazine has published ruminative first-person travel accounts, cultural dispatches and probing essays about flight by more than 30 literary fiction writers.

 

Photo
 
Sean Manning, executive editor of Rhapsody, which publishes works by the likes of Joyce Carol Oates, Amy Bloom and Anthony Doerr, who won a Pulitzer Prize. Credit Sam Hodgson for The New York Times

 

An airline might seem like an odd literary patron. But as publishers and writers look for new ways to reach readers in a shaky retail climate, many have formed corporate alliances with transit companies, including American Airlines, JetBlue and Amtrak, that provide a captive audience.

Mark Krolick, United Airlines’ managing director of marketing and product development, said the quality of the writing in Rhapsody brings a patina of sophistication to its first-class service, along with other opulent touches like mood lighting, soft music and a branded scent.

“The high-end leisure or business-class traveler has higher expectations, even in the entertainment we provide,” he said.

Advertisement

Some of Rhapsody’s contributing writers say they were lured by the promise of free airfare and luxury accommodations provided by United, as well as exposure to an elite audience of some two million first-class and business-class travelers.

“It’s not your normal Park Slope Community Bookstore types who read Rhapsody,” Mr. Moody, author of the 1994 novel “The Ice Storm,” who wrote an introspective, philosophical piece about traveling to the Aran Islands of Ireland for Rhapsody, said in an email. “I’m not sure I myself am in that Rhapsody demographic, but I would like them to buy my books one day.”

In addition to offering travel perks, the magazine pays well and gives writers freedom, within reason, to choose their subject matter and write with style. Certain genres of flight stories are off limits, naturally: no plane crashes or woeful tales of lost luggage or rude flight attendants, and nothing too risqué.

“We’re not going to have someone write about joining the mile-high club,” said Jordan Heller, the editor in chief of Rhapsody. “Despite those restrictions, we’ve managed to come up with a lot of high-minded literary content.”

Guiding writers toward the right idea occasionally requires some gentle prodding. When Rhapsody’s executive editor asked Ms. Russell to contribute an essay about a memorable flight experience, she first pitched a story about the time she was chaperoning a group of teenagers on a trip to Europe, and their delayed plane sat at the airport in New York for several hours while other passengers got progressively drunker.

“He pointed out that disaster flights are not what people want to read about when they’re in transit, and very diplomatically suggested that maybe people want to read something that casts air travel in a more positive light,” said Ms. Russell, whose novel “Swamplandia!” was a finalist for the 2012 Pulitzer Prize.

She turned in a nostalgia-tinged essay about her first flight on a trip to Disney World when she was 6. “The Magic Kingdom was an anticlimax,” she wrote. “What ride could compare to that first flight?”

Ms. Oates also wrote about her first flight, in a tiny yellow propeller plane piloted by her father. The novelist Joyce Maynard told of the constant disappointment of never seeing her books in airport bookstores and the thrill of finally spotting a fellow plane passenger reading her novel “Labor Day.” Emily St. John Mandel, who was a finalist for the National Book Award in fiction last year, wrote about agonizing over which books to bring on a long flight.

“There’s nobody that’s looked down their noses at us as an in-flight magazine,” said Sean Manning, the magazine’s executive editor. “As big as these people are in the literary world, there’s still this untapped audience for them of luxury travelers.”

United is one of a handful of companies showcasing work by literary writers as a way to elevate their brands and engage customers. Chipotle has printed original work from writers like Toni Morrison, Jeffrey Eugenides and Barbara Kingsolver on its disposable cups and paper bags. The eyeglass company Warby Parker hosts parties for authors and sells books from 14 independent publishers in its stores.

JetBlue offers around 40 e-books from HarperCollins and Penguin Random House on its free wireless network, allowing passengers to read free samples and buy and download books. JetBlue will start offering 11 digital titles from Simon & Schuster soon. Amtrak recently forged an alliance with Penguin Random House to provide free digital samples from 28 popular titles, which passengers can buy and download over Amtrak’s admittedly spotty wireless service.

Amtrak is becoming an incubator for literary talent in its own right. Last year, it started a residency program, offering writers a free long-distance train trip and complimentary food. More than 16,000 writers applied and 24 made the cut.

Like Amtrak, Rhapsody has found that writers are eager to get onboard. On a rainy spring afternoon, Rhapsody’s editorial staff sat around a conference table discussing the June issue, which will feature an essay by the novelist Hannah Pittard and an unpublished short story by the late Elmore Leonard.

“Do you have that photo of Elmore Leonard? Can I see it?” Mr. Heller, the editor in chief, asked Rhapsody’s design director, Christos Hannides. Mr. Hannides slid it across the table and noted that they also had a photograph of cowboy spurs. “It’s very simple; it won’t take away from the literature,” he said.

Rhapsody’s office, an open space with exposed pipes and a vaulted brick ceiling, sits in Dumbo at the epicenter of literary Brooklyn, in the same converted tea warehouse as the literary journal N+1 and the digital publisher Atavist. Two of the magazine’s seven staff members hold graduate degrees in creative writing. Mr. Manning, the executive editor, has published a memoir and edited five literary anthologies.

Mr. Manning said Rhapsody was conceived from the start as a place for literary novelists to write with voice and style, and nobody had been put off that their work would live in plane cabins and airport lounges.

Still, some contributors say they wish the magazine were more widely circulated.

“I would love it if I could read it,” said Ms. Schappell, a Brooklyn-based novelist who wrote a feature story for Rhapsody’s inaugural issue. “But I never fly first class.”

GREENWICH, Conn. — Mago is in the bedroom. You can go in.

The big man lies on a hospital bed with his bare feet scraping its bottom rail. His head is propped on a scarlet pillow, the left temple dented, the right side paralyzed. His dark hair is kept just long enough to conceal the scars.

The occasional sounds he makes are understood only by his wife, but he still has that punctuating left hand. In slow motion, the fingers curl and close. A thumbs-up greeting.

Hello, Mago.

This is Magomed Abdusalamov, 34, also known as the Russian Tyson, also known as Mago. He is a former heavyweight boxer who scored four knockouts and 14 technical knockouts in his first 18 professional fights. He preferred to stand between rounds. Sitting conveyed weakness.

But Mago lost his 19th fight, his big chance, at the packed Theater at Madison Square Garden in November 2013. His 19th decision, and his last.

Now here he is, in a small bedroom in a working-class neighborhood in Greenwich, in a modest house his family rents cheap from a devoted friend. The air-pressure machine for his mattress hums like an expectant crowd.

 

Photo
 
Mike Perez, left, and Magomed Abdusalamov during the fight in which Abdusalamov was injured. Credit Joe Camporeale/USA Today Sports, via Reuters

 

Today is like any other day, except for those days when he is hurried in crisis to the hospital. Every three hours during the night, his slight wife, Bakanay, 28, has risen to turn his 6-foot-3 body — 210 pounds of dead weight. It has to be done. Infections of the gaping bedsore above his tailbone have nearly killed him.

Then, with the help of a young caretaker, Baka has gotten two of their daughters off to elementary school and settled down the toddler. Yes, Mago and Baka are blessed with all girls, but they had also hoped for a son someday.

They feed Mago as they clean him; it’s easier that way. For breakfast, which comes with a side of crushed antiseizure pills, he likes oatmeal with a squirt of Hershey’s chocolate syrup. But even oatmeal must be puréed and fed to him by spoon.

He opens his mouth to indicate more, the way a baby does. But his paralysis has made everything a choking hazard. His water needs a stirring of powdered food thickener, and still he chokes — eh-eh-eh — as he tries to cough up what will not go down.

Advertisement

Mago used to drink only water. No alcohol. Not even soda. A sip of juice would be as far as he dared. Now even water betrays him.

With the caretaker’s help, Baka uses a washcloth and soap to clean his body and shampoo his hair. How handsome still, she has thought. Sometimes, in the night, she leaves the bedroom to watch old videos, just to hear again his voice in the fullness of life. She cries, wipes her eyes and returns, feigning happiness. Mago must never see her sad.

 

Photo
 
 Abdusalamov's hand being massaged. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

When Baka finishes, Mago is cleanshaven and fresh down to his trimmed and filed toenails. “I want him to look good,” she says.

Theirs was an arranged Muslim marriage in Makhachkala, in the Russian republic of Dagestan. He was 23, she was 18 and their future hinged on boxing. Sometimes they would shadowbox in love, her David to his Goliath. You are so strong, he would tell her.

His father once told him he could either be a bandit or an athlete, but if he chose banditry, “I will kill you.” This paternal advice, Mago later told The Ventura County Reporter, “made it a very easy decision for me.”

Mago won against mediocre competition, in Moscow and Hollywood, Fla., in Las Vegas and Johnstown, Pa. He was knocked down only once, and even then, it surprised more than hurt. He scored a technical knockout in the next round.

It all led up to this: the undercard at the Garden, Mike Perez vs. Magomed Abdusalamov, 10 rounds, on HBO. A win, he believed, would improve his chances of taking on the heavyweight champion Wladimir Klitschko, who sat in the crowd of 4,600 with his fiancée, the actress Hayden Panettiere, watching.

Wearing black-and-red trunks and a green mouth guard, Mago went to work. But in the first round, a hard forearm to his left cheek rocked him. At the bell, he returned to his corner, and this time, he sat down. “I think it’s broken,” he repeatedly said in Russian.

 

Photo
 
Bakanay Abdusalamova, Abdusalamov's wife, and her injured husband and a masseur in the background. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

Maybe at that point, somebody — the referee, the ringside doctors, his handlers — should have stopped the fight, under a guiding principle: better one punch too early than one punch too late. But the bloody trade of blows continued into the seventh, eighth, ninth, a hand and orbital bone broken, his face transforming.

Meanwhile, in the family’s apartment in Miami, Baka forced herself to watch the broadcast. She could see it in his swollen eyes. Something was off.

After the final round, Perez raised his tattooed arms in victory, and Mago wandered off in a fog. He had taken 312 punches in about 40 minutes, for a purse of $40,000.

 

 

In the locker room, doctors sutured a cut above Mago’s left eye and tested his cognitive abilities. He did not do well. The ambulance that waits in expectation at every fight was not summoned by boxing officials.

Blood was pooling in Mago’s cranial cavity as he left the Garden. He vomited on the pavement while his handlers flagged a taxi to St. Luke’s-Roosevelt Hospital. There, doctors induced a coma and removed part of his skull to drain fluids and ease the swelling.

Then came the stroke.

 

Photo
 
A championship belt belonging to Abdusalamov and a card from one of his daughters. Credit Ángel Franco/The New York Times

 

It is lunchtime now, and the aroma of puréed beef and potatoes lingers. So do the questions.

How will Mago and Baka pay the $2 million in medical bills they owe? What if their friend can no longer offer them this home? Will they win their lawsuits against the five ringside doctors, the referee, and a New York State boxing inspector? What about Mago’s future care?

Most of all: Is this it?

A napkin rests on Mago’s chest. As another spoonful of mush approaches, he opens his mouth, half-swallows, chokes, and coughs until it clears. Eh-eh-eh. Sometimes he turns bluish, but Baka never shows fear. Always happy for Mago.

Some days he is wheeled out for physical therapy or speech therapy. Today, two massage therapists come to knead his half-limp body like a pair of skilled corner men.

Soon, Mago will doze. Then his three daughters, ages 2, 6 and 9, will descend upon him to talk of their day. Not long ago, the oldest lugged his championship belt to school for a proud show-and-tell moment. Her classmates were amazed at the weight of it.

Then, tonight, there will be more puréed food and pulverized medication, more coughing, and more tender care from his wife, before sleep comes.

Goodbye, Mago.

He half-smiles, raises his one good hand, and forms a fist.

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

With 12 tournament victories in his career, Mr. Peete was the most successful black professional golfer before Tiger Woods.

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

At the National Institutes of Health, Dr. Suzman’s signature accomplishment was the central role he played in creating a global network of surveys on aging.

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.