Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasir Endah Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasir Endah Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasir Endah Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirwangi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirwangi Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirwangi Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasanggrahan Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasanggrahan Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasanggrahan Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirjati Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirjati Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Pasirjati Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigending Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigending Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Cigending Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Ujung Berung Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Babakan Ciamis Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Babakan Ciamis Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Babakan Ciamis Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Merdeka Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Merdeka Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Merdeka Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Kebon Pisang Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Kebon Pisang Bandung Hubungi : 085711904807 Kami Tenaga ahli yang berpengalaman lebih dari 10 Tahun yang bergerak dalam bidang pelatihan mengoperasikan dan memprogram mesin CNC Milling. Spesial diskon untuk Paket Perusahaan / Instansi, Paket Perguruan Tinggi dan Paket Sekolah/Guru/Siswa yang ingin bekerjasama Hubungi Tim Marketing kami : 085711904807 (Seminar, Workshop, Projek, dll. *Office : LKP SINDO (Lembaga Kursus dan Pelatihan Sinergi Indonesia) Jl. Ters. Cisokan Dalam No. 21 Bandung *Workshop : PT. Tekmindo (Teknologi Manufaktur Indonesia) Bandung

Info Tempat Kursus Mesin CNC Murah di Kebon Pisang Bandung

Paket wisata bromo akan selalu menjadi hal terpenting saat anda mengunjungi bromo dari arah mana saja. Maka jangan lupa untuk me

Paket wisata bromo akan selalu menjadi hal terpenting saat anda mengunjungi bromo dari arah mana saja. Maka jangan lupa untuk memahami paket wisata bromo yang sesungguhnya dapat melakukan penawaran dengan harga terbaik murahnya paket wisata bromo

Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu, bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minan

Seperti yang telah disebutkan pada bagian terdahulu, bahwa pada pertengahan abad ke tujuh agama Islam sudah mulai memasuki Minangkabau. Namun pada waktu itu perkembangan Islam di Minangkabau masih boleh dikatakan merupakan usaha yang kebetulan saja, karena adanya pedagang-pedagang yang beragama Islam datang ke Minangkabau. Pengaruh Islam pun hanya terbatas pada daerah-daerah yang didatangi oleh pedagang-pedagang Islam, yaitu di sekitar kota-kota dagang di pantai Timur Sumatera. Masuknya agama Islam itu ada yang secara langsung dibawa oleh pedagang Arab dan ada yang dibawa oleh Pedagang India atau lainnya, artinya tidak langsung datang dari negeri Arab. Perkembangan yang demikian berlangsung agak lama juga, karena terbentur kepentingan perkembangan Politikk Cina dan Agama Budha. Di kerajaan Pagaruyung sampai dengan berkuasanya Adityawarman, agama yang dianut adalah agama Budha sekte Baiwara dan pengaruh agama Budha ini berkisar di sekitar lingkungan istana raja saja. Tidak ada bukti-bukti yang menyatakan kepada kita bahwa rakyat Minangkabau juga menganut agama tersebut. Secara teratur agama Islam pada akhir abad ke tiga belas yang datang dari Aceh. Pada waktu itu daerah-daerah pesisir barat pulau Sumatera dikuasai oleh kerajaan Aceh yang telah menganut agama Islam. Pedagang Islam sambil berdagang sekaligus mereka langsung menyiarkan agama Islam kepada setiap langganannya. Dari daerah pesisir ini, yaitu daerah-daerah seperti Tiku, Pariaman, Air Bangis dan lain-lain dan kemudian masuk daerah perdalaman Minangkabau. Masuknya agama Islam ke Minangkabau terjadai secara damai dan nampaknya agama Islam lebih cepat menyesuaikan diri dengan anak nagari. Barangkali itulah sebabnya bekas-bekas peninggalan Hindu dan Budha tidak banyak kita jumpai di Minangkabau, karena agama itu tidak sampai masuk ketengah-tengah masyarakat, tetapi hanya disekitar istana saja. Habis orang-orang istana itu, maka habis pulalah bekas-bekas pengaruh Hindu dan Budha. Perkembangan agama Islam menjadi sangat pesat setelah di Aceh diperintah oleh Sultan Alaudin Riayat Syah Al Kahar (1537-1568 ), karena Sultan tersebut berhasil meluaskan wilayahnya hampir ke seluruh pantai barat Sumatera. Pada permulaan abad ketujuh belas, seorang ulama dari golongan Sufi penganut Tarikat Naksabandiyah mengunjungi Pariaman dan Aceh. Kemudian beberapa lama menetap di Luhuk Agam dan Lima Puluh Kota. Juga dalam ke abad ke-17 itu di Ulakan Pariaman bermukim seorang ulama Islam yang bernama Syeh Burhanuddin, murid dari Syeh Abdurauf yang berasal dari Aceh. Syeh Burhanuddin adalah penganut Tarikat Syatariah. Murid-murid Syeh Burhanuddin itulah yang menyebarkan agama Islam di pedalaman Minangkabau dan mendirikan pusat pengajian di Pamansiangan Luhak Agam. Sebaliknya ulama-ulama dari Luhak Agam ini pergi memperdalam ilmunya ke Ulakan Pariaman, yaitu tempat yang dianggap sebagai pusat penyebaran dan penyiaran Islam di Minangkabau. Dari Luhak Agam inilah nanti lahir ulama-ulama besar yang akan membangun agama Islam selanjutnya di Minangkabau seperti Tuanku Nan Tuo dari daerah Cangkiang Batu Taba Ampek Angkek Agam. Tuanku Imam Bonjol sendiri merupakan salah seorang murid Tuanku Nan Renceh Kamang Mudiak Agam. Pada awalnya agama Islam di Minangkabau tidak dijalankan secara ketat, karena disamping melaksanakan agama Islam para penganut juga masih menjalankan praktek-praktek adat yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran agama Islam itu sendiri. Keadaan ini ternyata kemudian setelah datangnya beberapa orang ulama Islam dari Mekkah yang menganut paham Wahabi. Yaitu suatu paham dimana penganut-penganutnya melaksanakan ajaran Islam secara murni. Di tanah Arab sendiri tujuan gerakan kaum Wahabi adalah utnuk membersihkan Islam dari Anasir-anasir bid’ah. Kaum Wahabi menganut Mazhab Hambali dan bertujuan kembali kepada pelaksanaan Islam berdasarkan Qur’an dan Hadist. Pada waktu beberapa ulama di Minangkabau, seperti Tuanku Pamansiangan, Tuanku Nan Tuo di Cangkiang, Tuanku Nan Renceh dan lain-lain juga sudah melihat ketidak beresan dalam pelaksanaan praktek ajaran Islam di Minagkabau dan ingin melakukan pembersihan terhadap hal tersebut, tetapi mereka belum menemukan bagaimana caranya yang baik. Baru pada tahun 1803 dengan kembalinya tiga orang haji dari Mekkah, yaitu Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang, sesudah mereka itu menceritakan bagaimana yang dilakukan oleh gerakan Wahabi disana (di Makkah). Untuk melaksanakan pembersihan terhadap ajaran agama Islam itu Tuanku Nan Renceh membentuk suatu badan yang dinamakan “Harimau Nan Salapan” terdiri dari delapan orang tuanku yang terkenal pada waktu itu di Minangkabau. Diakhir tahun 1803 mereka memproklamirkan berdirinya gerakan Paderi dan mulai saat itu mereka melancarkan gerakan permurnian agama Islam di Minangkabau. Mula-mula Paderi memulai gerakan pembersihannya di daerah Luhak Agam yang tidak terlalu lama telah mereka kuasai, dengan berpusat di Kamang Mudik. Selanjutnya gerakan Paderi melancarkan kegiatannya ke daerah Lima Puluh Kota dan di daerah ini mereka mendapat sambutan yang baik dari rakyat Lima Puluh Kota. Gerakan kaum paderi baru mendapat perlawanan yang berat dalam usahanya di Luhak Tanah Datar, karena pada waktu itu Luhak Tanah Datar masih merupakan pusat kerajaan Pagaruyung yang mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu secara tradisional. Tetapi berkat kegigihan para pejuiang paderi akhirnya daerah Luhak Tanah Datar dapat juga diperbaharui ajaran Islam nya berdasarkan Qur’an dan Hadist, selanjutnya gerakan kaum paderi mulai meluas ke daerah rantau. Pada waktu itu di daerah Pasaman muncul seorang ulama besar yang membawa rakyatnya ke arah pembaharuan pelaksanaan ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Hadist Nabi. Karena gerakannya berpusat di Benteng Bonjol maka ulama tersebut akhirnya terkenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol, yang semulanya terkenal dengan nama Ahmad Sahab Peto Syarif. Setelah di daerah Minangkabau dapat diperbaharaui ajaran Islamnya oleh kaum paderi, maka gerakan selanjutnya menuju keluar daerah Minangkabau, yaitu ke daerah Tapanuli Selatan yang akhirnya juga dapat dikuasai dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Setelah Tuanku Nan Renceh meninggal tahun 1820, maka pimpinan gerakan paderi diserahkan kepada Tuanku Imam Bonjol dan diwaktu itu gerakan paderi sudah dihadapkan kepada kekuasaan Belanda yang semenjak tahun 1819 sudah menerima kembali daerah Minangkabau dari tangan Inggris. Karena terjadinya perbenturan kedua kekuatan di Minangkabau yaitu antara kekuatan paderi di satu pihak yang berusaha dengan sekuat tenaga menyebarkan agama Islam secara murni dengan kekuatan Belanda di lain pihak yang ingin meluaskan pengaruhnya di Minangkabau maka terjadilah ketegangan antara kedua kekuatan itu dan akhirnya terjadi perang antara kaum paderi dengan Belanda di Minangkabau. Perang ini terjadi antara tahun 1821-1833. pada akhirnya rakyat Minangkabau melihat bahwa kekuatan Belanda tidak hanya ditujukan kepada gerakan kaum paderi saja, maka pada tahun 1833 rakyat Minangkabau secara keseluruhannya juga mengangkat senjata melawan pihak Belanda. Perang ini berlangsung sampai tahun 1837. Tetapi karena kecurangan dan kelicikan yang dilakukan pihak Belanda akhirnya peperangan itu dapat dimenangkan Belanda, dalam arti kata semenjak tahun 1837 itu seluruh daerah Minangkabau jatuh ke bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Dari masa inilah Minangkabau di rundung duka yang dalam, karena menjadi anak jajahan Belanda. Tuanku Imam ditangkap Belanda dengan tipu muslihat, dikatakan untuk berunding tetapi nyatanya Belanda menangkap beliau, dibuang semula ke Betawi, tinggal di Kampung Bali, selanjutnya dipindahkan ke Menado. Ditempat yang sangat jauh dari kampung halaman, badan yang telah sangat tua itu akhirnya dihentikan Tuhan Dari penderitaan yang berat, berpulanglah seorang Patriot Islam Minangkabau dirantau orang. Beliau telah berjuang sekuat tenaga menegakkan Syiar Islam di Ranah Minangkabau tercinta ini, jasatnya terbujur disebuah desa kecil yang sepi bernama “Lotak” nun jauh diujung pulau Selebes, harapannya kepada kita semua anak Minangkabau, lanjutkan perjuangan beliau dengan menegakkan akidah Islam dalam kehidupan sehari-hari, jawabnya barangkali yang paling tepat bagi kita sekarang, ” Mari kita berbenar-benar menegakkan Adat Basandi Syarak-syarak Basandi Kitabullah “ dalam kehidupan kita.

saco-indonesia.com, Badan Nasional Penanggulangan Teroris atau BNPT menduga Pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso merupakan satu jaringan dengan teroris di Jakarta, Bandung, Solo, NTT, Aceh, yang merupakan anak buah dari Abu Umar, Abu Roban, Kodrat, Sofyan dan Jamil.

Bandung, Saco- Indonesia.com, Badan Nasional Penanggulangan Teroris atau BNPT menduga Pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso merupakan satu jaringan dengan teroris di Jakarta, Bandung, Solo, NTT, Aceh, yang merupakan anak buah dari Abu Umar, Abu Roban, Kodrat, Sofyan dan Jamil.

Demikian hal itu dikatakan Kepala BNPT, Ansyad Mbai, Selasa (4/6) hari ini.

Ansyad mengatakan, aparat kepolisian dari mabes polri terus melakukan identifikasi terkait pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Poso, dan hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui jaringan-jaringan mana. Karena saat ini jaringan teroris tersebut mencari bibit-bibit baru untuk dijadikan sel-sel teroris.

Editor:Liwon Maulana

Sumber:Elshinta

  Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga kini yang telah terletak di daerah Lem

 

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga kini yang telah terletak di daerah Lembang, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Tangkuban Perahu tingginya telah mencapai 2.084 meter (6.837 kaki) dan bentuk dari Gunung Tangkuban Perahu ini adalah stratovulcano dengan pusat erupsi yang telah berpindah dari timur menuju barat.

Gunung Tangkuban Perahu terakhir kali meletus pada tahun 2013 lalu. Jenis batuan yang di keluarkan Gunung Tangkuban Perahu melalui letusannya kebanyakan adalah lava dan sulfur. Mineral yang telah dikeluarkan oleh Gunung Tangkuban Perahu adalah berupa sulfur belerang. Di saat tidak aktif, mineral yang telah dikeluarkan oleh Gunung Tangkuban Perahu adalah berupa uap belerang.
Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

Kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh perum perhutanan. Tempat Wisata Gunung Tangkuban Perahu telah memiliki suhu rata-rata setiap harinya adalah 17 derajat C pada siang hari dan pada malam hari bisa mencapai suhu rata-rata 2 derajat C. Gunung Tangkuban Perahu juga memiliki kawasan perhutanan seperti hutan dipterokarp bukit, hutan dipterokarp atas, hutan montane, dan yang terakhir ialah hutan ericaceous atau lebih dikenal dengan sebutan hutan gunung.

Gunung Tangkuban Perahu juga sering dikaitkan dengan lagenda Sangkuriang, pasti anda juga sudah tau ceritanya bukan. Bagi yang masih belum tau ceritanya akan saya coba ceritakan ulang lagenda Sangkuriang, secara singkatnya sih ceritanya “Sangkuriang mencintai ibunya sendiri yaitu Dayang Sumbi. Dayang sumbi pun telah mendapatkan cara untuk menggagalkan niat Sangkuriang yang mau menikahinya yaitu dengan mengajukan persyaratan sangkuriang harus membuat perahu dalam waktu semalam. Ketika usaha Sangkuriang untuk membuat perahu dalam semalam gagal, Sangkuriang pun marah dan ia menendang perahu yang dia buat tadi hingga terbalik. Perahu inilah yang kemudian menjadi Gunung Tangkuban Perahu.”
Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu

Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawah di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu masih telah menunjukkan bahwa gunung ini masih aktif dengan tanda-tanda keaktifannya yaitu munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya seperti halnya di Kasawan Ciater, Subang.

Tapi jangan salah, walaupun Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung berapi yang masih aktif bukan berarti tidak ada orang yang mau berwisata ke gunung ini. Justru tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Obyek wisata yang bisa anda kunjungi saat berada di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu seperti Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas dan Kawah Jurig.
Kawah Ratu Tangkuban Perahu

Kawah Ratu Tangkuban Perahu

Apa yang menarik dari Gunung Tangkuban Perahu ini? Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu tempat wisata alam yang juga telah memacu adrenalin. Keindahan alam yang sangat jarang anda temukan akan anda temukan di sini. Di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu anda juga dapat merasakan keindahan alam yang masih terjaga kealamiannya hingga saat ini. Berjalan menjelajahi hutan di daerah Gunung Tangkuban Perahu dan merasakan dahsyatnya suasana di dekat gunung berapi.

Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan tempat wisata alam yang sangat cocok untuk anda berlibur bersama keluarga maupun sahabat anda sambil berfoto di kawasan gunung berapi. Hal ini juga merupakan kejadian langka dan dapat anda jadikan kenang-kenangan seumur hidup. Jika anda ingin berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu jangan takut, karena nanti akan ada pemandu yang siap memandu anda.

Untuk sampai ke obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu, anda bisa berangkat dari kota Bandung menuju arah utara (arah Subang). Kurang lebih berjarak 20 km dari pusat kota Bandung. Banyak angkutan umum yang siap mengantar anda menuju wisata alam Gunung Tangkuban Perahu ini.

saco-indonesia.com, Kebakaran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) telah menjadi tragedi kaum aka

saco-indonesia.com, Kebakaran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) telah menjadi tragedi kaum akademisi karena telah kehilangan banyak bahan penelitian yang sangat berguna, kata Dosen Ilmu Filsafat UI Taufik Basari.

"Apa gunanya universitas kalau tidak ada bahan dan hasil penelitian," ujar dia seperti diberitakan Antara, Kamis (9/1).

Ia juga mengatakan, kebakaran di UI pada Rabu (8/1) kemarin, tidak hanya menyangkut kerugian material saja , namun yang lebih utama adalah kehilangan bahan-bahan penelitian yang berguna.

Ia juga telah mengimbau universitas-universitas lain untuk dapat mengambil pelajaran dari tragedi di UI dan segera menelaah lagi sistem keamanannya. "Kita telah menemukan satu lubang, berangkat dari sini mari kita perbaiki semuanya," ujar Taufik.

Mantan Dekan FISIP UI Bambang Shergy yang juga Guru Besar Sosiologi FISIP UI juga mengaku sangat terpukul dengan kebakaran di gedung FISIP UI tersebut. Ia juga menyayangkan arsip, buku, dan semua rujukan ilmu sosiologi yang selama ini terdokumentasi akhirnya menjadi abu.

Terdapat sekitar 5.000 arsip yang telah disimpan sejak era 1950-an di dalam ruang yang terbakar itu.? Ia juga menyesalkan pembangunan fasilitas yang tidak diproteksi bencana kebakaran.

Pihak departemen juga sudah merancang bangunan secara fungsional, estetis, dan aman dari bahaya pencurian, karena itu banyak dipasang teralis di jendela ruangan.

"Kerugian gedung bisa diukur dan dikembalikan dengan mudah dengan asuransi, namun buku-buku yang telah menjadi warisan dan rujukan ilmu pengetahuan ini yang sulit diadakan kembali," katanya.

Menurut Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran Pasar Minggu Sugiyanto, kebakaran telah terjadi karena percikan arus pendek dari pendingin ruangan di ruang arsip Departemen Sosiologi.

Ia juga sangat menyayangkan gedung C yang telah menjadi gedung Departemen Sosiologi FISIP UI tersebut bukan gedung yang dipersiapkan untuk tahan bencana kebakaran.

Para pemadam juga mengalami kesulitan masuk dalam gedung karena hanya ada satu akses pintu utama di gedung tersebut, ditambah teralis yang terpasang di semua gedung.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Sebanyak 11 pecatur muda Indonesia di bawah usia 17 tahun memborong medali dalam kejuaraan "World School Chess Championship 2013" dan juara utama the 5th Alexader the Great 2013 di Chalkidiki Yunani.

LONDON, Saco-Indonesia.com - Sebanyak 11 pecatur muda Indonesia di bawah usia 17 tahun memborong medali dalam kejuaraan "World School Chess Championship 2013" dan juara utama the 5th Alexader the Great 2013 di Chalkidiki Yunani.
     
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Athena Jani Sasanti kepada Antara London, Kamis, mengatakan kejuaraan catur dunia yang berlangsung sejak 7 berakhir 14 Mei itu diikuti 567 peserta dari 30 negara termasuk negara yang kuat dalam olah raga catur yaitu Rusia, India,Inggris dan Turki.
     
Pada World School Chess Champions 2013, Indonesia menyabet juara kedua untuk kelompok usia U-9 yaitu Diajeng Theresa Singgih dari Jabar dan juara ketiga kelompok U-15 yaitu Aay Aisyah Anisa dari Jatim, sedang peserta Indonesia muda lainnya berada di ranking 10 besar juara.
     
Sementara pada Kejuaraan the 5th Alexander the Great Open Championship 2013 yang berlangsung di tempat yang sama, Grand Master (GM) Indonesia Irene Kharima Sukandar memenangkan juara utama turnamen bergensi tersebut.
     
Duta Besar RI untuk Yunani Benny Bahanadewa menyampaikan kebangganya atas prestasi yang dicapai pecatur muda Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional dan menunjukkan Indonesia memiliki banyak GM yang akan mengantarkan Indonesia sebagai negara pecatur dunia.
     
Keikutsertan peserta Indonesia berasal dari peserta Olympiade Olah Raga Siswa Nasional (02SN) Kementerian Dikbud RI dan PB Percasi, mengikutsertakan 11 pecatur muda katagori U-9, U-11, U-13 dan U-15.
     
Sementara itu, Wakil PB Percasi Yenny Chaidir mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan Indonesia dan akan terus berpartisiapsi pada setiap kejuaraan international dengan harapan Indonesia dapat meningkatkan prestasinya di ajang percaturan dunia.
     
Seri Kejuaraan School Chess Internasional 2013 diselenggarakan FIDE Greece berlangsung sejak 2005 dan Yunani menjadi tempat penyelengaraan pertama kejuraan ini tahun 2009. Pada tahun 2011, kejuaraan tersebut berlangsung di Polandia. Indonesia berhasil merebut lima  kali posisi juara pada periode 2005-2009. 

 

Sumber :ANT/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

Miris Banget ,Karena Tumor Ganas, Pria ini tidak memiliki WAJAH

Miris Banget ,Karena Tumor Ganas, Pria ini tidak memiliki WAJAH


Seorang pemuda yang pertama kalinya menceritakan kehidupannya ‘tanpa muka’ dan bagaimana dia begitu takut keadaannya itu diwarisi oleh anak yang masih dalam kandungan isterinya. Mohammad Latif Khatana, 32, dari Kashmir, India, tidak bisa melihat atau bekerja karena mukanya ditutupi lapisan ketumbuhan daging. Karena kehebohannya, bahkan ada orang yang sanggup meludah ketika mereka melalui di depannya,(benar2 orang tak berperasaan).

Dia kini begitu gembira selepas wanita yang dikawininya hamil tujuh bulan.Tetapi dia begitu bimbang, anak yang akan dilahirkan itu akan berwajah sepertinya.“Saya tidak sabar untuk menjadi bapak dan memiliki sedikit kebahagian dalam kehidupan saya. Tetapi saya senantiasa bimbang dan berdoa setiap hari supaya anak saya tidak dilahirkan seperti saya,” katanya. Latif yang tinggal bersama isteri,Salima, 25, di kawasan pergunungan di Tuli Bana di Jammu dan Kashmir, pergi ke Srinagar selama empat bulan dalam setahun untuk meminta sedekah
Foto: Miris Banget 

,Karena Tumor Ganas, Pria ini tidak memiliki WAJAH
Seorang pemuda yang pertama kalinya 

menceritakan kehidupannya ‘tanpa muka’ dan bagaimana dia begitu takut keadaannya itu 

diwarisi oleh anak yang masih dalam kandungan isterinya. Mohammad Latif Khatana, 32, dari 

Kashmir, India, tidak bisa melihat atau bekerja karena mukanya ditutupi lapisan ketumbuhan 

daging. Karena kehebohannya, bahkan ada orang yang sanggup meludah ketika mereka melalui di 

depannya,(benar2 orang tak berperasaan).
Dia kini begitu gembira selepas wanita yang 

dikawininya hamil tujuh bulan.Tetapi dia begitu bimbang, anak yang akan dilahirkan itu akan 

berwajah sepertinya.“Saya tidak sabar untuk menjadi bapak dan memiliki sedikit kebahagian 

dalam kehidupan saya. Tetapi saya senantiasa bimbang dan berdoa setiap hari supaya anak saya 

tidak dilahirkan seperti saya,” katanya. Latif yang tinggal bersama isteri,Salima, 25, di 

kawasan pergunungan di Tuli Bana di Jammu dan Kashmir, pergi ke Srinagar selama empat bulan dalam 

setahun untuk meminta sedekah.
Gabung jg di Spot Line Misteri Dunia Fenomenal
LIKE  &  

SHARE
#07uni10#

saco-indonesia.com, Briptu Deni Alfian yang berusia 24 tahun , anggota Pol Air Polresta Tangerang berencana untuk menikahi pacar

saco-indonesia.com, Briptu Deni Alfian yang berusia 24 tahun , anggota Pol Air Polresta Tangerang berencana untuk menikahi pacarnya yang bernama Lina yang berusia 22 tahun , pada September mendatang. Gadis manis yang telah ditemui di rumah duka di Jalan Keadilan Batuceper, Kota Tangerang sangat terpukul dengan meninggalnya sang kekasih.

“Terakhir ketemu saya, Jumat lalu,” ucapnya sambil menangis sesenggukan. “Saya telah minta pelaku penusukan untuk dihukum berat, karena sadis dan saya gagal menikah,” ucapnya.  Deni sehari-harinya yang bertugas di Satpol Air di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang

Deni angkatan 35 tahun 2009 meninggal dunia setelah melerai keributan di Kalijodo Minggu (5/1) dinihari. Menurut informasi, korban yang sedang merayakan sesama angkatan Lido 35 di lokasi tersebut. Namun ketika usai dan hendak pulang korban telah melihat ada keributan sehingga ingin melerainya.

Namun sial, ia telah ditusuk oleh orang yang berkelahi, dan mengenai bahunya hingga luka parah. Korban juga sempat dibawa ke RS Sumber Waras namun jiwanya tidak tertolong. Jenazah lalu dibawa pulang ke rumah duka. Namun karena belum diotopsi akhirnya jenazah dibawa ke RS Polri Kramatjati.

Korban anak ke dua dari tiga bersaudara kakaknya Yanti dan adiknya Ratna. Ia juga merupakan anak pasangan Boneh Hadi dan Ny.Pikah. Jenazah  Deni telah dimakamkan di TPU Batuceper dengan upacara milieter.


Editor : Dian Sukmawati

 

saco-indonesia.com, Model lampu hias juga sangat penting dalam membantu interor rumah anda. lampu juga tidak hanya berperan seba

saco-indonesia.com, Model lampu hias juga sangat penting dalam membantu interor rumah anda. lampu juga tidak hanya berperan sebagai penerang saja, namun juga dapat menambah nilai estetika dalam rumah anda. banyak bentuk lampu yang telah tersedia yang dapat anda pilih sesuai dengan keinginan anda. harga lampu hias yang ada dipasaran mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Beragam model yang telah ditawarkan, dari yang bergaya retro, klasik, atau modern minimalis. Hal ini tentu saja akan dapat melengkapi keindahan dan kenyamanan hunian bertipe minimalis anda.

Walau hunian minimalis, tidak menekankan pada segi interior melainkan pada memaksimalkan fungsi dari suatu ruangan namun mendekorasi ruangan anda agar lebih indah tidak ada salahnya. Dalam hal ini, juga akan menekankan kesan minimalis. Banyak model lampu hias rumah minimalis yang telah mempunyai bentuk indah dan unik. Karena lampu yang anda gunakan, tidak hanya berfungsi sebagai penerang ruangan saja, namun juga sebagai dekorasi ruangan. Lebih efisien bukan?

Banyak jenis dan bahan lampu hias yang dapat anda pilih sesuai dengan kantong anda. Pilihlah lampu hias yang sesuai dengan konsep rumah minimalis anda. beragam model lampu hias rumah minimalis juga dapat anda pilih. Berikut langkah-langkah dalam anda dalam menentukan lampu hias yang akan anda pilih.

Letak. Pilihlah letak yang tepat dalam anda meletakkan model lampu hias rumah minimalis anda. apakah digantung di atas atau menjadi lampu hias tegak di sudut ruangan. Bila anda telah memilih untuk lampu hias tegak di sudut ruangan, maka untuk lampu yang anda gantung di langit-langit ruangan anda, pilihlah lampu biasa saja. bila anda juga menggunakan lampu hias di langit-langit ruangan anda, akan dapat membuat ruangan anda justru akan menjadi kurang luas dan meninggalkan kesan minimalis.

Jenis lampu hias. Beragam lampu hias banyak di pasaran. Lampu hias gantung, lampu hias tegak, atau lampu hias meja dapat anda pilih sesuai dengan konsep ruangan anda. Bila anda memilih lampu hias di langit-langit maka pilihlah yang telah mempunyai bentuk elegan dan berbahan kristal maka akan dapat menambah nilai estetika anda. Bila anggaran anda tidak mencukupi, pilihlah lampu gantung lain dengan harga yang lebih terjangkau. Namun bila anda telah memilih lampu hias dengan bentuk tegak, letakkan di sudut ruangan. Pilihlah lampu hias tegak, dengan tinggi paling tidak setengah dari ruangan anda. Bila anda memilih lampu hias meja, pilihlah dengan bentuk unik agar menambah kesan minimalis anda.

Banyak model lampu hias rumah minimalis yang dapat anda pilih, diantaranya bentuk melingkar, bentuk cangkir tumpah, untuk lampu langit-langit anda dapat memilih lampu hias dengan model cangkir terbalik yang cocok untuk hiasan dapur atau ruang makan anda.
Model Lampu Hias Rumah Minimalis

Editor : Dian Sukmawati
Sumber : Desainrumahminimalismodern.com

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

A lapsed seminarian, Mr. Chambers succeeded Saul Alinsky as leader of the social justice umbrella group Industrial Areas Foundation.

Ms. Pryor, who served more than two decades in the State Department, was the author of well-regarded biographies of the founder of the American Red Cross and the Confederate commander.

Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Mr. Pfaff was an international affairs columnist and author who found Washington’s intervention in world affairs often misguided.

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Fullmer, who reigned when fight clubs abounded and Friday night fights were a television staple, was known for his title bouts with Sugar Ray Robinson and Carmen Basilio.